Bottom Ad [Post Page]

DAERAH

Dengan GESIT (Gerakan Silaturahim) PKS Berau Panaskan Mesin Partai


Suasana pesta demokrasi yang akan digelar beberapa bulan lagi, telah terasa nuansanya, tak terkecuali di kabupaten Berau Kalimantan Timur. Adalah DPD PKS Berau yang merupakan partai dengan nomor urut 3 sebagai salah satu partai politik peserta pemilu yang telah melaksanakan beberapa persiapan mendekati hari H pencoblosan.

Kader Wanita PKS Berkunjung Dirumah warga kel.Gunung Panjang
Setelah Peraturan KPU dirilis tentang dibolehkannya para peserta pemilu untuk mensosialisasikan para calon legislatif mereka, maka seperti yang kita lihat di seputarann wilayah Tanjung Redeb dan beberapa kecamatan disekitarnya hampir dapat kita pastikan disetiap sudut sudut jalan dan tempat tempat strategis kita dapat melihat spanduk maupun poster dan baliho para celeg dari semua partai politik telah yang telah mendagangkan jualannya. Walaupun dari sekian banyak atribut media kampanye tersebut banyak yang melanggar aturan tentang perijinan dari dinas tatakota, tempat pemasangan media kampanye yang tidak boleh dilingkungan sekolah dan mesjid sampai pada jumlah spanduk yang hanya diperholehkan satu buah disetiap kelurahan banyak yang di langgar. Namun masih sedikit tindakan perbaikan dari instansi terkait tentang permasalahan ini.

Warga yang antusias dengan penjelasan kader PKS Berau
DPD PKS Berau sebagai salah satu peserta pemilu sadar betul akan efektifnya media kampenye seperti pemasangan spanduk dan lain sebagainya, namun pada sisi yang lain PKS Berau juga sadar bahwa dari tahun ketahun tingkat pembelajaran politik masyarakat perkotaan selalu meningkat sehingga daya kritis masyarakat terhadap setiap caleg pasti ada. Berangkat dari hal ini dalam masa sosialisasi ini PKS Berau lebih cenderung memperbanyak silaturahim dengan setiap warga, strategi jemput bola dipakai oleh para kader dari partai ini, kader turun langsung kemasyarakat, mendengar langsung apa yang menjadi persoalan mereka dalam kehidupan sosial mereka, apa saja keluhan keluhan mereka sebagai warga dan apa juga yang menjadi keinginan atau cita cita mereka dimasa yang akan datang, bahkan masukan dan saran maupun kritikan selalu siap diteima oleh kader PKS yang kemudian kesemuanya itu akan dirumuskan kemudian disampaikan langsung kepada para caleg PKS Berau yang Inshaa Allah jika terpilih nanti akan lebih mudah memetakan, kerja kerjanya di dewan.

Dalam tinjauan yang lain sebagai salah satu partai politik yang mempunya kader yang sangat solid dan terstruktur rapi, PKS ingin mengoptimalkan salah satu Sumber dayanya yakni Kader dan pada saat yang bersamaan PKS Berau ingin meminimalkan salah satu sumber daya yang lain yakni bugdet atau biaya. Tidak bisa kita hindari bahwa setiap pemilu semua partai politik membutuhkan biaya, ini merupakan keniscayaan begitu juga dengan PKS Berau, tapi Bagi PKS Berua selalu ada cara untuk meminimalkan masalah biaya ini salah satunya dengan lebih mengoptimalakn potensi kader, bahkan dalam kader pks sendiri slogan "sundukuna Juyubuna" yang artinya Brangkas kami adalah kantong kami, sudah terpatri kuat dalam hati para Kader PKS dimanapun tak terkecuali di Berau. Ini merupakan semangat yang terfloorkan dan pada tingkat aplikasinya dilapangan, dapat kita pastikan bahwa caleg PKS Berau tidak pernah terbebankan dengan istilah mengembalikan modal, ketika mereka telah duduk di dewan.

Gerakan Silaturahim (Gesit) ini sebenarnya merupakan jati diri PKS bahkan sebelum menjadi sebuah partai politik, ini adalah reputasi yang telah dibangun lama oleh pks dan bisa diclaim bahwa pks bukanlah partai lima tahunan sumbangsih yang pks berikan bukan hanya ketika mendekati pemilu saja, mungkin inilah alasan kuat bagi masyarakat berau mengapa banyak yang menitipkan amanah kepada Partai ini sehingga kami bisa menjadi pemenang di wilayah dapil 1 ini pada tahun 2009 silam. dan semua ini dicapai tentu karena kita bisa memaksimalkan seluruh potensi dan kerja kerja kader.
Bagi PKS tidak terkecuali PKS Berau aset utama sebuah partai adalah kader, akan dibawa kearah mana partai ini kedepannya itu semua tergantung pembinaan kader. Inilah yang membuat kita di PKS tidak mengenal tokoh sentral semua kader punya tanggung jawab sesuai bidangnya masing masing proporsional dan profesional itu harus.

About Unknown

4 komentar:

  1. dengan GESIT memaksimalkan potensi kader. dan meminimalkan penggunaan biaya. Mantaf nih PKS

    BalasHapus
  2. dengan GESIT memaksimalkan potensi kader. dan meminimalkan penggunaan biaya. Mantaf nih PKS

    BalasHapus
  3. Gesit ...mengantisipasi money politik,batik politik,...sipks..

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.