Bottom Ad [Post Page]

INTERNASIONAL

Akomodasi Kaum Hawa, Hamas Tunjuk Seorang Perempuan Sebagai Jubir

Gaza – Kelompok penguasa kota Gaza di Palestina, Hamas, melakukan langkah yang membuat Barat terperangah. Untuk pertama kalinya, Hamas menunjuk seorang perempuan sebagai juru bicara.

Isra al-Modallal, 23 tahun, belum lama ini, ditunjuk sebagai juru bicara Hamas. Penunjukan Modallal mengundang perhatian Barat karena sangat jarang perempuan dilibatkan sebagai pejabat publik. Bahkan di Palestina dan beberapa negara Arab lainnya, peran perempuan sering kali dikesampingkan dalam urusan pelayanan publik.

Sebagian besar media Barat, menurutnya, selalu bertanya bagaimana mungkin seorang perempuan bisa bekerja sebagai jurubicara. “Tapi perlu diketahui, bahwa saya sudah bekerja di bidang media dan saya merupakan bagian dari tim perempuan yang bekerja di bidang media.”

Meskipun bekerja untuk Hamas, Modallal bukan merupakan anggota organisasi tersebut. Hamas adalah salah satu faksi di Palestina yang kini memerintah Jalur Gaza. Hamas (Harakat al-Muqawanah al-Islamiyyah atau Gerakan Perlawanan Islam) merupakan faksi Suni yang dikenal sebagai faksi militer di Palestina.

Sejak 2007, Hamas memerintah Jalur Gaza setelah memenangkan mayoritas kursi di Parlemen Palestina pada pemilu Januari 2006, mengalahkan faksi Fatah. Israel dan sejumlah negara Barat serta Jepang menganggap Hamas sebagai kelompok teroris. Sedangkan Iran, Rusia, Turki, dan negara-negara Arab menolak cap teroris itu.

Penguasaan Hamas atas Gaza ini mendapat perlawanan dari Israel yang kini menjajah Palestina. Israel langsung menutup akses ke Gaza dan hanya membuka satu pintu keluar masuk, yakni di perbatasan Mesir.

Modallal merupakan mantan aktivis Palestina yang sempat tinggal di Inggris selama tiga tahun. Meskipun pernah tersentuh kehidupan Barat, Modallal tetap tampil sebagai perempuan konservatif Arab, berjilbab. Namun, ia ber-make up dan tidak canggung bersalaman dengan pria.

Modallal pernah bekerja sebagai wartawan Press TV, sebuah stasiun televisi milik pemerintah Iran dan sempat menjadi produser di stasiun tv lokal Palestina. “Penunjukan saya sebagai juru bicara merupakan langkah maju bagi Palestina di Gaza, terutama bagi kalangan muda. Namun ini juga merupakan tanggung jawab berat yang dibebankan kepada saya untuk berhadapan dengan media Barat dan Arab,” ujarnya.

Sejak pertama kali memegang microfon sebagai juru bicara, Modallal terus menjadi pusat perhatian Barat. Negara Barat tentu berharap penunjukan ini akan melunakkan sikap Hamas yang keras terhadap Israel dan Barat. Namun, Modallal ternyata tidak demikian. Ia tetap saja seperti orang Hamas kebanyakan, teguh dalam prinsip menentang penjajahan Israel terhadap Palestina.

Bahkan ketika ditanya apakah ia juga akan menggunakan istilah zionis untuk menyebut Israel, Ia dengan diplomatis menjawab, “Kalau ada bekerja sebagai juru bicara di negara manapun di dunia ini, Anda harus menggunakan bahasa diplomatis dan itu normal, termasuk juga bagi pemerintahan Hamas,” jawabnya.

Itu berarti kata zionis akan tetap dipakai untuk menyebut Israel dalam setiap kesempatan. Secara diplomatis, kata itu memberikan penegasan kepada dunia bahwa Israel adalah negara penjajah yang mencaplok Palestina. Tentu saja ini mengecewakan Barat dan Israel.

Tentu juga, bukan tanpa pesan Hamas mengusung seorang perempuan untuk menjadi pejabat publik dalam pemerintahannya. Paling tidak, Hamas ingin menunjukkan bahwa kelompok ini bukanlah kelompok pelanggar hak-hak perempuan.

Hamas sudah membuktikan itu sejak lama. Bahkan kini, sudah banyak perempuan yang duduk di pemerintahan Hamas. Paling tidak ada satu kursi menteri dan beberapa posisi deputi yang dipegang oleh perempuan.

Modallal juga merupakan representasi perempuan Palestina moderat yang banyak terdapat di Palestina. “Saya adalah seorang aktivis, janda, ibu, dan tentu saja seorang pengungsi Palestina,” kata dia kepada Yolande Knell dari BBC. [tjs]. inilah
 

About Unknown

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.