Bottom Ad [Post Page]

INTERNASIONAL

Krisis Mesir Bagai Jalan Tak Berujung

Kairo - Kekerasan politik di Mesir menunjukkan militer merupakan otak dan pelaku utama tindakan biadab itu, yang mengorbankan ratusan warga hingga tewas. Pawai yang disebut 'Jumat Kemarahan' Jumat ini, oleh kaum Muslim, mempertinggi ketegangan di negeri itu.

Kerusuhan di Mesir telah mengakibatkan 638 orang tewas di seluruh negeri itu sejak pasukan keamanan memulai operasi pembubaran mereka di Kairo dan Giza pada Rabu pagi (14/8/2013).

Aliansi Nasional untuk Mendukung Keabsahan, perhimpunan pro-Mohammad Morsi yang terdiri atas 30 kelompok Islam dipimpin Ikhwanul Muslimin, menyeru rakyat Mesir untuk menggelar pawai di seluruh negeri dengan seruan Jumat Kemarahan.

Pasukan keamanan Mesir, Kamis malam (15/8), kembali membubarkan aksi-duduk baru untuk mendukung presiden terguling Morsi, di Kairo. Demikian laporan stasiun televisi resmi.

Sebanyak 3.000 pendukung Mursi berkumpul di luar Masjid Iman di Jalan Makram Ebid untuk mengucapkan selamat jalan kepada sebanyak 300 orang yang tewas selama pembubaran oleh pasukan keamanan terhadap dua kamp lama mereka. Ikhwanul Muslimin menyebutkan, korban tewas mencapai angka 2.600 orang dan korban luka mencapai 10 ribu orang.

Kegelapan menyelimuti peta perpolitikan Mesir belakangan ini, dan krisis politik negeri piramida ini makin tak jelas ujungnya. Konflik terus berlanjut dengan pertumpahan darah yang menelan jumlah korban lebih besar. Ini terjadi setelah pemerintahan transisi dukungan militer secara paksa di Kairo membubarkan basis-basis demonstran pendukung kelompok Ikhwanul Muslimin dan mantan Presiden Morsi, yang dikudeta militer awal Juli lalu.

Para demonstran pun melawan dan aksi kekerasan meluas di kota-kota lain. Mereka bertekad tidak akan menyerah hingga Morsi dibebaskan dan dikembalikan posisinya sebagai presiden.

Akibat aksi brutal militer di Mesir itu, pemerintah Kairo langsung mendapat reaksi beragam dari penjuru dunia. Dari yang hanya mengutarakan keprihatinan sampai ada yang berencana membekukan kerjasama dengan pemerintahan sementara Mesir, bahkan ada pula yang memulangkan diplomatnya dari Negeri Seribu Piramid itu.

Yang pasti masyarakat internasional kini ramai-ramai meminta semua pihak di Mesir untuk menahan diri sambil mengupayakan solusi damai. Tentara Mesir yang biadab itu harus dipaksa menahan diri agar tidak membunuhi anak-anak bangsanya sendiri. [berbagai sumber] inilah.com

About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.