Bottom Ad [Post Page]

NASIONAL

Survei Terakhir Menunjukkan PKS Berhasil di Kriminalisasi

Perang publikasi survei terus bertebaran di jagat politik bangsa ini. Disaat PKS berhasil dijatuhkan dalam wilayah imej publik, maka dengan serta merta survei tentang hal itupun menyertainya dan menandai pengibaran bendera kemenangan proses kriminalisasi PKS. Berita survei PKS turun elektabilitasnya terus disebar untuk memanfaatkan efek domino dari survei.

Kita mesti sadar, bahwa dampak survei itu bisa mengkalibrasi hasil survei. Sehingga publikasi survei selalu mendramatisir hasil survei. Sehingga pada survei berikutnya akan nampak penguatan dari hasil survei yang dipublikasikan tersebut. Sehingga, bila tidak ada kerja perlawanan untuk menahannya akan terus menjadi efek bola salju.

Inilah yang sekarang menjadi garis perjuangan para kader PKS. Bahwa survei akhir tahun 2012 yang menunjukkan PKS akan menjadi 3 besar itu ternyata sekarang berubah. Sehingga perjuangan mereka membuat fakta sejauh ini harus kembali mereka tingkatkan untuk mengembalikan angka-angka survei di waktu-waktu ke depan.

Kita harus ingat bersama, laporan tahunan ICW tahun 2012 tidak menyebutkan PKS dalam daftar partai yang terjerat kasus korupsi. Bahkan pengembalian gratifikasi dari para politisi PKS semakin menguatkan imej PKS sebagai partai bersih. Tidak hanya berdampak menguatkan imej, hal itu juga menjadi awal terbukanya kasus korupsi dan kebiasaan suap dikalangan para politisi bangsa ini.

Apa mau dikata, di tahun 2013 ini PKS langsung dihajar dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dengan kasus LHI yang banyak pakar hukum dan pengamat menilai sebagai kasus yang lemah dan terlalu kontroversial. Kasus yang lebih terkesan warkopisasi PKS dengan kasus murahan sampai ke lagu dangdut ini membuat miris berbagai elemen bangsa yang masih punya hati nurani.

Terlepas benar atau tidaknya kasus ini yang masih dalam proses pengadilan, kasus LHI ini gerakannya memang tidak bisa menghindari opini bahwa prosesinya lebih mengarah kepada pengrusakan PKS. Bagaimana tidak kasus yang masih tidak jelas itu dalam waktu dekat langsung melabrak kepada pembusukan karakter LHI, pembubaran partai, dan yang terakhir survei yang membuat PKS tidak lagi menjadi 3 besar. Yang penting sebenarnya ini, survei tidak lagi menunjukkan PKS tidak menjadi 3 besar.

Jadi kasus LHI ini tema sentralnya adalah merubah hasil survei yang menangkap PKS bakal menjadi 3 besar bahkan cenderung memenangkan pemilu 2014. Ketika itu sudah tercapai biarlah semua memngalir lagi apa adanya. Berita yang dulu terasa bau amis dan nyinyir menyebalkan itu sudah tidak perlu lagi.

Masalah pengadilannya biar itu menjadi tanggung jawab JB saja sama LHI. Fakta hukum terakhir, majelis hakim berbeda pendapat tentang bisa atau tidaknya kasus ini dilanjutkan. Dari 5 hakim yang ada 2 diantaranya sudah melemahkan kasus ini, sesuai dengan argumen-argumen pakar hukum yang opininya sudah banyak kita dengar.

Maka, mari kita ucapkan selamat atas keberhasilan merubah hasil survei PKS sebagai 3 besar menjadi tidak 3 besar untuk sementara ini. Dan saya ucapkan selamat berjuang dan terus berjuang lebih keras lagi kepada segenap kader PKS untuk menjawab segala tantangan yang ada dengan kerja nyata melahirkan fakta. Kita bertemu diangka-angka survei berikutnya.

Oleh: Andri 24id
| 19 July 2013 | 03:43 WIB
KOMPASIANA

About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.