Bottom Ad [Post Page]

INTERNASIONAL

Situasi Memanas, Bentrokan meletus dekat Kairo Tahrir Square

Mesir - Pendukung dan penentang Presiden Mesir terguling Mohamed Morsi telah terlibat dalam bentrokan jalanan di pusat kota Kairo setelah kubu pro-Morsi melakukan protes besar-besaran di ibukota dan tempat-tempat lain di seluruh Mesir.

Sekelompok pendukung Morsi membludak di jembatan di atas Sungai Nil di Kairo setelah senja pada hari Jumat dan bentrok dengan penentang presiden terguling. 

Seorang pria terlihat ternyata menembakkan senjata, sementara tembakan yang bisa terdengar dengan jelas. Orang-orang terlihat melemparkan batu di kedua sambil maju dan mundur di jembatan dekat Tahrir Square.

Seorang reporter televisi pemerintah mengatakan, mengutip petugas medis di sebuah rumah sakit darurat di alun-alun, setidaknya dua orang tewas dan lebih dari 70 terluka, 

Lainnya 17 orang tewas dalam bentrokan di seluruh negeri yang melibatkan pendukung dan lawan Morsi  serta aparat keamanan.

Tiga dari korban yang mati adalah pendukung Morsi yang dibunuh oleh tembakan dari kerumunan setelah mencoba masuk kebarisan barak militer setelah salat Jumat sore di Kairo di mana Morsi diyakini ditahan disana.

Sementara itu, seorang wakil pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir, mantan calon presiden Khairat El-Shater, telah ditangkap, sumber-sumber keamanan, pihaknya dan kantor berita negara MENA, Sabtu.

Sumber-sumber keamanan mengatakan Shater, seorang pengusaha kaya yang dicurigai sebagai pengatur strategi politik utama gerakan ini, ditahan atas dugaan hasutan untuk melakukan kekerasan.

Intervensi militer
Kendaraan lapis baja militer berlari ke jembatan pada Jumat dalam upaya besar pertama untuk memecah bentrokan. 

Beberapa kendaraan lapis baja, yang juga mengangkut pemuda-pemuda yang anti Mursi, berada di jembatan, yang bertujuan untuk mengusir pendukung Morsi. Helikopter militer juga terbang menuju Tahrir.

Pertempuran jalanan dimulai setelah kerumunan besar pendukung Morsi berbaris dari Kota Nasr menuju Maspero gedung televisi pemerintah dan bentrok dengan pengunjuk rasa anti-Morsi dekat Tahrir Square di pusat ibukota.

Reporter Al Jazeera Sherine Tadros, melaporkan dari dekat jembatan, mengatakan situasi itu semakin tegang. 

"Ada ribuan orang di jalanan. [...] Ketika orang mendengar orang-orang pro-Morsi sedang dalam perjalanan, mereka datang menuju jembatan dan di sanalah bentrokan mulai terjadi. Orang-orang melemparkan apa pun yang mereka bisa dan situasinya sangat menegangkan. " 

Gambar televisi menunjukkan bagaimana ratusan pengunjuk rasa bentrok dan mobil dibakar, karena kedua belah pihak terus melemparkan kembang api di satu sama lain.

Kerusuhan juga dilaporkan di distrik Al Manial, sebuah pulau di sungai Nil, antara Kairo dan Giza, menurut televisi pemerintah setempat.

Seorang wartawan televisi pemerintah mengatakan bahwa beberapa demonstran pro-Morsi di Giza memutuskan untuk menghentikan berbaris menuju Maspero setelah mendengar tentang bentrokan.

'Pengorbanan untuk Morsi'
Sebelumnya pada hari Jumat, Mohamed Badie, pemimpin atas Ikhwanul Muslimin, berbicara tentang niatnya untuk tidak menyerah pada presiden Morsi itu. 

Penampilan dramatis oleh Badie di atas panggung sebelum puluhan ribu pendukungnya di ibukota Nasr City adalah pertama di depan publik sejak Morsi digulingkan. 

Dalam pidato menantang dia berkata, "Kami bersedia mengorbankan diri untuk melindungi Presiden Mohammed Morsi kami." 

Badie juga menyinggung Koptik Paus, Tawadros II Alexandria, mengatakan bahwa ia tidak memenuhi syarat, "untuk berbicara atas nama Kristen Mesir. Ketika datang ke politik Anda hanya simbol agama." 

"Morsi adalah presiden saya dan presiden semua orang Mesir," Teriak Badie sambil menyodorkan tangannya di udara. 

"Allah membuat Morsi menang dan membawanya kembali ke istana," katanya dalam pidato, yang sebagian ditayangkan di televisi pemerintah. "Kita adalah prajurit-Nya, kita membela dia dengan hidup kita." 

Pidato Badie tampaknya ditujukan tidak hanya menyemangati pendukungnya tetapi juga berusaha untuk memenangkan dukungan militer terhadap panglima militer Jenderal Abdel Fattah-el-Sissi, menteri pertahanan yang mengumumkan penggulingan presiden pada Rabu malam.

Aljazeera.com
Translate : Google
Editor : Herman

About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.