Bottom Ad [Post Page]

Hidayat: PKS Bukan Partai Glamor

Jakarta - Hidayat Nur Wahid menyanggah soal dakwaan persidangan bahwa PKS pernah mengusahakan duit Rp 2 triliun dari tiga kementerian. Dia menegaskan, PKS bukan partai glamor.

"PKS kan bukan partai yang glamor. Pengeluaran partai juga tidak besar. Perilaku partai kami tidak jor-joran," kata Ketua DPP PKS ini saat dihubungi, Senin (1/6/2013).

Duit Rp 2 triliun dinilai terlalu besar untuk dana Pemilu 2014 bagi PKS. Target PKS untuk 2014 adalah masuk tiga besar, dengan meraih 120 kursi. Menurut Hidayat, jika satu kursi berharga Rp 2 miliar, maka PKS hanya butuh Rp 240 miliar, alias tidak sampai Rp 2 T.

"Semua kementerian sudah membantah bahwa mereka menjadi sapi perah. Tidak mungkin PKS melakukan pemerahan," tegas Ketua Fraksi PKS di DPR ini.

Hidayat mengaku, PKS tak menargetkan penghimpunan dana khusus dari tiga kementerian yang digawangi kader PKS.
Besaran sumbangan ke PKS dikatakannya lebih besar didapatkan dari kantong kader daripada dari pengusaha.

"Kami di DPR tidak kurang dari Rp 20 juta memberikan iuran kepada partai. Sebesar 30 persen dari penghasilan. Gaji mereka (tiga menteri) tidak jauh berbeda dengan yang di DPR," ungkap Hidayat.

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor, jaksa Avni Carolina mengatakan 12 Juli 2012 lalu, Luthfi bersama Yudi Setiawan dan Ahmad Fathanah pernah bertemu membahas dana Pemilu sebesar 2 triliun.

"Konsolidasi pemenuhan dana Rp 2 triliun pemenuhan target PKS pada Pemilu 2014," kata Avni saat membacakan surat dakwaan Luthfi Hasan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (24/6).

Dalam pertemuan itu, Yudi merancang darimana PKS bisa mendapatkan dana sebesar itu. Kesimpulannya, dana itu akan didapat dari proyek di tiga Kementerian yang dipimpin oleh kader PKS.

"Dari Kementan Rp 1 triliun, Kemensos Rp 500 miliar dan Kemenkominfo Rp 500 miliar," papar Avni.

About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.