Bottom Ad [Post Page]

NASIONAL

Akibat Kebijakan Yang Kacau, Pemerintah Kelimpungan Atasi Lonjakan Harga Daging

Telah lama Fraksi PKS mengingatkan pemerintah agar tidak menaikan harga BBM jelang Ramadhan, karena dapat berdampak pada kenaikan harga pangan dipasar. Dan ini terjadi pada pasar komoditas daging, dimana harga daging perkilo berada ditas kisaran Rp 100.000,-/Kg. 

Menanggapi hal itu, Pemerintah mendatangkan daging sapi dari Australia demi menurunkan harga daging sapi lokal. Namun hal ini justru memunculkan reaksi negatif dari penjual daging sapi di Pasar Glodok, Jakarta Barat. Mayoritas penjual bahkan menolak masuknya daging sapi impor ke area penjualan daging sapi di Pasar Glodok, Kamis (17/7).


Sejumlah penjual daging sapi di Pasar Glodok mengakui tidak ada pengaruh yang berarti terhadap harga penjualan daging sapi lokal. Sampai detik ini, harga daging sapi masih bertahan di kisaran Rp110 ribu per kg. Bagi I'ing, seorang penjual daging sapi, daging sapi impor tidak banyak dicari oleh pembeli di seputaran Glodok. "Pembeli itu kan mencari daging segar, mereka mana mau membeli daging impor yang beku itu", ujar I'ing.

Dari pantauan, memang tidak ada daging sapi impor yang dijual di Pasar Glodok. Para penjual mengakui, masyarakat cukup fanatik untuk urusan daging sapi. Para pembeli cenderung tidak mau ambil risiko untuk membeli daging sapi impor. Sebab, masyarakat kerap menduga proses pemotongan daging sapi di Australia tidaklah halal.



Sebenarnya, penjual daging sapi di Pasar Glodok mau menjual daging sapi impor, asalkan sapi yang didatangkan dalam keadaan hidup dan dipotong di Indonesia. Para pedagang pun menyayangkan program pemerintah yang kerap berfokus untuk mendatangkan daging sapi dari luar negeri. "Pemerintah itu ribet. Peternak sapi di Indonesia kan banyak, yang penting harga daging sapi "dari atas" itu ditekan, pasti harga daging di pasar bisa turun," jelas Didi, penjual daging sapi di Pasar Glodok.


Menteri Petanian, Suswono mengatakan bahwa kenaikan bahan pokok di awal Ramadhan ini merupakan dampak dari kenaikan harga BBM. Hal ini disampaikan Suswono di Gedung Kementerian, Jl. Harsono RM No.3, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (16/7/2013).

"karena dampak kenaikan BBM, sehingga harga bahan pokok tidak wajar," katanya saat ditanya wartawan.

Suswono menambahkan bahwa stok bahan pokok menjelang Ramadhan dan lebaran aman, "soal persiapan Ramadhan dan lebaran, stok aman," tukasnya.

Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto mengingatkan pemerintah agar konsisten dalam menerapkan Undang-Undang Pangan dimana pemerintah mengutamakan kebutuhan daging nasional melalui suplai dalam negeri.

"Impor daging yang masuk ke pasar tradisional dapat merugikan peternak dalam negeri. Jangan sampai para peternak kehilangan gairah dalam beternak,” jelas Anggota Fraksi PKS Dapil Sumbar I ini.

Hermanto menambahkan, masyarakat menginginkan harga daging sapi turun akan tetapi jangan pula merugikan peternak dalam negeri. “Seyogyanya, pemerintah dapat mengendalikan harga dengan mengoptimalkan pasokan dalam negeri agar peternak tidak dirugikan,” tegasnya.

Hermanto juga meminta pemerintah harus dapat mengendalikan harga daging sapi, “Pemerintah harus dapat mengendalikan harga yang tidak memberatkan masyarakat dengan mendorong suplai daging sapi dari dalam negeri,” pungkas kandidat Doktor di IPB ini. /azk

About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.