Bottom Ad [Post Page]

Sisi Lain Presiden PKS Anis Mata

setelah menonton acara sisi lain Anis Mata di SCTV, minggu,23 Juni 2013 sekitar jam 18.45 kemarin. Pak Anis Mata di wawancara wartawati cantik televisi itu dalam keadaan santai dan ceria. Beliau baru saja sedang bermain futsal. Semoga ini bukan pencitraan. Sebab apapun yang dilakukan oleh presiden PKS ini, selalu saja menjadi buah bibir. Mulai dari kasus poligami sampai masalah kesejahteraan. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sekarang dipimpinnya sedang mendapatkan banyak sorotan publik.
Bagus banget wawancaranya, dan pak Anis Mata menjawab semua pertanyaan itu dengan santainya. Lalu pak Anis Mata diminta menunjukkan hasil karya tulisnya yang berupa buku. Sudah 10 buah buku hasil karyanya. Beliaupun didaulat untuk membaca puisi politik hasil karyanya sendiri. Semoga rekamannya dipublikasikan di youtube sehingga dapat ditonton oleh mereka yang belum sempat menontonnya. Bisa gak ya?
Di akhir wawancara, Pak Anis Mata didaulat untuk membuat 2 kata tentang Indonesia. Lalu keluarlah kalimat Firdaus yang hilang. Wah super sekali pak Anis Mata ini. Dengan baju kaos kuning dan bernomor 3 dibagian lengan, nampak jelas ada sedikit aroma kampanye di sana. Seolah-olah ingin mengatakan, “pilihlah nomor 3 di pemilu 2014 nanti!” hehehe.
Saya menanggapi posiitif tayangan sisi lain pak Anis Mata ini. Biarkan penonton menilai. Di jaman ketidakpercayaan ini, jangan pernah buat janji, tetapi tunjukkan bukti. Itulah beberapa bait yang masih saya ingat dari puisi karya pak Anis mata yang dibacakannya. Wah bagus banget kedengarannya. Rupanya beliau sudah melihat apa yang sesungguhnya terjadi. Semoga ini bisa menjadi introspeksi bagi para kader PKS untuk senantiasa berprestasi. Bekerja untuk kemakmuran rakyat dan bukan kemakmuran partainya.
Mungkinkah Pak Anis Mata akan menjadi tokoh Indonesia berikutnya? Kita lihat saja aliran sungai politik yang terus mengalir hingga ke laut pemilihan umum. Sisi lain presiden PKS Anis Mata membuat saya menjadi semakin terbuka untuk mengenalnya lebih dekat. Bahkan sangat dekat. Bukan untuk memilihnya menjadi presiden, tetapi menyandingkannya dengan Jokowi. Mungkinkah? Saya hanya bisa tersenyum saja di layar kaca, hahaha.

About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.