Bottom Ad [Post Page]

OPINI

Kata siapa mayoritas suara mampu menentukan hukum? oleh Musdalifah

Mayoritas yang Powerless

Buktinya umat Islam yang mayoritas tidak mendapatkan penghargaan layak, ketika menuntut aliran dan paham sesat di Indonesia dibubarkan.
Buktinya masyarakat yang mayoritas tidak memiliki kemampuan menghentikan laju harga bensin agar tidak naik.
Buktinya umat yang mayoritas tidak memiliki lembaga HAM (Hak Asasi Muslim), bahkan Komnas HAM tidak pernah berpihak kepada mayoritas.

Mengapa? Karena jalur-jalur perjuangan tidak diisi secara penuh oleh umat Islam yang memiliki ghirah keIslaman tinggi, memahami syariah yang lengkap, dan memiliki kekuatan ekonomi yang kokoh.

Kini perjuangan yang nyata walaupun tidak ideal, adalah parlemen dan pemerintahan. Jika dibiarkan parlemen dan pemerintahan diisi Syi'ah, Ahmadiyah, Homo, Gay, Islamphobia, Ekstrimis baik dari kalangan agama selain Islam. Pantaskah kita meminta pertolongan kepada mereka untuk menerapkan aturan Islam dalam kehidupan? Jika pantas, apakah mereka mau?

Memang jika melihat dengan kacamata pesimistis, hampir tak ada yang ideal, baik partai politik, sistem, hingga kehidupan budaya. Namun, dalam keadaan tidak ideal ini, apakah tidak ada kebaikan? Bukankah sejahiliyah bangsa Quraisy masih ada sisi kebaikan yang diakui baginda Rasul?

Jadi, kita boleh bersikap antipati. Namun semua tak akan mengubah apapun. Selain urusan kehidupan, kita serahkan sepenuhnya kepada orang-orang yang tak suka kepada apapun yang berbau Islam. Mari jangan menjadi mayoritas yang powerless.

Wallahu A'lam

disadur dari tulisan Nandang Burhanudin. /azk

About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.