Bottom Ad [Post Page]

OPINI

Kader PKS di Goda Dengan Pujian by @solihudin73



Sebab penasaran, jadi ingin berkicau ttg tentang Jamaah PKS. Boleh kan beropini
 
Terutama dengan ujian yang tengah landa jamaah ini. Sepertinya jamaah ini sedang di tubir jurang. Salah sedikit bisa “hilang”. Benarkah?

Menyimak ghazwul opini, eh perang opini yg terjadi, sya bisa lihat serangan itu memang ada. Tujuannya hilang elektabilitas. Tak dipilih lg

Ya itu memang permainannya. Akan terus berputar di situ saja. Nggak akan keluar. Namanya juga politik.

Jadi, bila ada serangan opini--> elektabilitas hancur--> tak dipilih --> tak punya kekuatan politik --> Kalah perang.

Kalah perang itu berupa tak punya kursi di dewan -->tak bisa voting. Tak bisa buat aturan. Tak bisa awasi pemerintah

Bisa juga tak punya penguasa daerah hingga presiden --> tak bisa memerintah. Tak bisa wujudkan gagasan

Kalau dulu, lewat perang fisik. Menang perang--> sah duduki wilayah dan memerintah. Sama dengan menang pileg/pilkada. Beda bentuk doang

Nah, kita bahas ghazwul opininya ya. Kalau dulu serangan itu ditujukan untuk semua. Ya kader ya pemimpin.

Sekarang serangan itu lebih ditujukan kepada pemimpin. Sedangkan kader dipuji-puji. Episode ini saya katakan dgn #BelahBambuPKS

Kenapa #BelahbambuPKS ? Karena kalau dengan semuanya diserang ternyata tak mempan.
Msh ingat dgn Anismisme? virus NII? Ini salah 1cara utk serang pemimpin. Cara lainnya biasanya ttg gaya hidup para elitnya #BelahBambuPKS

Kalau ke kader, mereka kritik sikap taklid-butanya. Juga masalah keilmuanya yang hanya andalkan rasmul bayan di liqo #BelahBambuPKS

Waktu mmbuktikan, upaya ini gagal. Kader ttp solid. Trust thd pemimpin tak berkurang. Justru para pengkritik capek sendiri #BelahBambuPKS

Walau dibilang sama-sekali gagal juga tidak. Karena ada korbannya. Beberapa kader mengatakan “goodbye”. #BelahBambuPKS

Sekarang sepertinya sudah muncul upaya utk pecah jadi dua kubu. Pemimpin di satu sisi. Kader di sisi lain #BelahBambuPKS

Yang satu dikritik habis2an: Elit tak tahu diri, khianat, korup, bermewah-mewah, munafik, dlsb #BelahBambuPKS

Sisi yg satunya dibilang kader PKS itu baik2 saja. Merekalah yg berjuang di lapangan selama ini. PKS praktis tinggal mengandalkan kadernya

Tanpa dukungan kader, maka PKS akan habis. Punah.....the End....! #BelahBambuPKS

Lebih menusuk saat opini muncul justru dari kalangan Syaikh. Rujukan kader dalam syariah. Yang statementnya punya daya. Krn biasa pake dalil

Salah satunya adalah kiasan “Ternyata Penjahatnya Justru Atasannya Sendiri”. Mereka rata-rata bilang kalau kader PKS itu baik-baik saja koq

Serangan opini #BelahBambuPKS ini lebih berbahaya dibanding yang dulu. Karena bisa menumbuhkan ujub di hati kader. Harus waspada.

Opini ini bs tumbuhkan perasaan berjasa. Bahwa dakwah sudah tegak dgn perannya selama ini. Tanpa kontribusi kader, PKS is “nothing”

Apalagi kalau sedang situasi begini. Saat mau pemilu dan PKS terancam elektabilitasnya. Maka tumpuan tinggal pada soliditas kader.

Kalau sudah muncul perasaan ini, maka pintu bagi syaitan sudah terbuka. Syaitanpun siap goreng-goreng #BelahBambuPKS

Apakah upaya #BelahBambuPKS ini akan berhasil? Jawabannya mungkin kelak di 2014
Tp sepertinya tidak perlu menunggu selama itu. Jawaban ada di hati kader. Karena kemenangan itu berawal dr dlm diri.

Apakah memang seorang kader perlu merasa berkontribusi kepada jamaah ini? Merasa punya peran? Merasa jadi penopang dakwah ini?

Ah, ternyata mereka memang belum tahu apa sebenarnya suara hati kader PKS. Apa yg para kader itu lakukan dan rasakan dalam perjuangkannya?

Apakah kader berjuang demi Elektabilitas? Karir politik? Peluang ekonomi? Popularitas? Jabatan publik? Atau apa?

Saya kira ini yang tidak difahami. Kader percaya dibilang cinta buta. Menikmati dakwah dibilang dicuci otak. Taat dibilang taqlid buta.

Ini yg tak mrk tahu, dalam diamnya, dalam amal dakwahnya, kader beramal lillahi ta’ala. Bukan karena pemimpin. Bukan karena si A atau si B

Kader berdakwah karena berangkat dari al fahmu, pemahaman dan al-ikhlash, kebersihan niat

Knp ttp taat wlw pemimpin mulai brmewah2? Ah, sila bawa 10 Alphard, di mata Allah itu tak lebih selembar sayap nyamuk. Kader tak akan silau

Walau pemimpin atau siapapun bermewah2 itu tak akan jadi suri tauladan bagi kader.
Tapi apa memang benar ada yg begitu? Apakah di lingkaran pekanan tidak ada evaluasi? Rasa-rasanya koq kecil peluangnya ya

Kalau memang ada kenyataannya, yakinlah Allah kan bersihkan jamaah ini dengan caraNya. Toh sdh ada media yg bak org kehausan klw bicara PKS

Sudah ada KPK juga. Masyarakat yg cinta. Kader tak perlu genit. Hanya perlu saling nasihat
Dewan Syariah juga sudah memberikan Tadzkiroh tuh. Peringatan buat semua. Agar terhindar dari fitnah. Saya yakin semua kader kan follow-up-i

Lagipula tak mungkin banyak orang kumpul tak ada gesekan. Apalagi kumpulan makhluk yg punya nafsu

Terus bagaimana kalau pemimpin ternyata bersalah? Ah... dalam sholat saja saat imam buang angin, batal, segera bisa diganti.

Kalau ada khilafan atau lupa, ada mekanisme teguran dengan ucapan nan indah “subhanalah”
Di sinilah aspek komunikasi pemimpin dan kader yang amat penting dijaga. Adakalanya lancar, kadang mampet. Biasa itu mah

Kader hormat dan percaya pada pemimpinnya adalah adab Islami, juga kebutuhan manusiawi dan organisasi.

Apalagi para senior adalah pendahulu dakwah. Adanya kader di barisan dakwah salah satunya krn kontribusi mereka. Ini tak bisa dipungkiri.

Kita semua yakin selama niatnya adalah dakwah lillahi ta’ala, maka Allah adalah Panglima dan Penjaga.

Oh, ya ada LDKI ya? Ust Mashadi ada di situ? Ust Syaiful Islam jg?. Alhamdulillah. Jadi ada sparing partner ‘tuk berpacu dalam kebaikan.

Karena sepertinya ada aktivitas tarbiyahnya juga. Jadi semakin menarik saja dunia persilatan dakwah..END(@abualifah)

About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.