Bottom Ad [Post Page]

NASIONAL

5 Keajaiban PKS yang Fenomenal dan Menang Pemilu 2014

Orientasi politik PKS (Partai Keadilan Sejahtera) sungguh menarik untuk diamati. Ajaran agama PKS yang mengedepankan politik praktis sebagai jembatan untuk meraih kekuasaan duniawi sungguh sangat menarik. Bahkan PKS sebagai parpol bermetamorfose menjadikan diri mereka identik dengan partai dakwah agama PKS. Sungguh hanya PKS yang mampu melakukan perbuatan tersebut. PPP dan bahkan PBB pun tak mampu bermetamorfose menjadi sedemikian rupa. Apa yang membuat PKS menjadi partai yang fenomenal seperti itu?
Pertama, para kader PKS tampil dengan gaya kecerdasan tingkat tinggi. PKS menampilkan diri sebagai partai yang paling tinggi derajat kepartaiannya. PKS bahkan ingin menunjukkan diri sebagai partai yang hanya memiliki dan patut dimiliki oleh orang dengan intelektual tinggi. Jika kebetulan kadar intelektualitasnya rendah, maka para kader PKS dengan cepat akan menggerombol dan menunjukkan bahwa mereka memiliki gelar akademik di depan dan di belakang nama mereka. Suatu kehormatan bagi para kader PKS jika mereka mampu menunjukkan diri mereka adalah para manusia yang memiliki gelar.
Kedua, para pentolan dan elite PKS dipilih dari kalangan para cendikia dan ustadz yang derajat keimanan terhadap agama PKS sudah sangat tinggi. Di dalam PKS telah tertanam kaderisasi yang sangat cermat dimulai dari usroh sampai rohis di SMP dan SMA pada saat ini. Bahkan untuk mencapai posisi sebagai pentolan dan elite PKS, serangkaian posisi harus dilewati. Bahkan seorang Anis Matta untuk mencapai posisi Presiden PKS dibutuhkan waktu 15 tahun - hal yang memicu Anis Matta dan kelompoknya untuk melakukan konspirasi dengan menjatuhkan ustadz maksum Luthfi Hasan Ishaaq dan ustadz Ahmad Fathanah karena tidak sabar dan melihat LHI melompati dirinya.
Ketiga, PKS adalah organisasi parpol yang menyatukan langkah politis dan agama menjadi satu. PKS mampu meramu pemikiran tentang kesatuan politik dan agama, sebagaimana Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang memiliki pemahaman kekuasaan duniawi dalam bentuk impian abadi absurd Khilafah, dalam kacah politik yang sangat elegan. Elite PKS yang sangat hedonis tersebut mampu mendorong para kader untuk memercayai omongan dan kampanye tentang PKS sebagai bagian dari dakwah agama PKS. Bukan hanya itu para kader grass root PKS pun akan berjuang sampai titik darah penghabisan untuk kejayaan PKS.
Keempat, para kader PKS memiliki kesetiaan total alias kaffah. Para kader PKS memiliki pandangan monofacet alias pandangan kacamata kuda buta. Semua kebenaran hanya akan benar jika berasal dari instruksi para ustadz agama PKS. Bahkan kasus ustadz Luthfi Hasan Ishaaq dan ustadz Ahmad Fathanah pun dianggap oleh Anis Matta dan para kader sebagai bentuk konspirasi Yahudi dan internal PKS. Kader dan elite PKS tidak percaya akan kesalahan LHI yang maksum dan tak mungkin salah. Bahkan ketika keputusan pengadilan Tipikor dijatuhkan para kader akan meyakini hal itu sebagai fitnah doang. Pembuktian LHI-AF sebagai terhukum pun akan dipandang sebagai kedzoliman terhadap perjuangan agama PKS.
Kelima, para kader dan pentolan PKS memiliki banyak pendukung partai sebagai kader berupa anak, istri, cucu dan mertua. Om, tante, keponakan, mertua, cicit yang sangat loyal yang saling terkait satu sama lain akibat keyakinan yang spesial dan khusus terkait konsep perkawinan monogami, poliandri dan poligami yang diyakini secara indah dan meyakinkan. Khusus poligami PKS adalah tempat paling subur bagi para pengikut ajaran poligami yang indah menawan hati jiwa dan raga.
Dengan kelima pilar itu, tak mengherankan jika PKS menjadi parpol paling fenomenal dan tak membutuhkan para pemilih di luar kadernya. Banyak Pilkada yang diikuti oleh calon dari PKS selalu memenangi Pilkada seperti di Jawa Barat, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Papua, Jawa Timur, Kota Bandung dan semua kabupaten kota baik di Indonesia maupun di luar negeri karena PKS satu-satunya partai politik yang mewakili kantor perwakilan di luar negeri sebagai persiapan Khilafah mungkin. Itulah kenapa PKS selalu menang dan menang dalam pilkada dan juga pemilu dan pilpres yang bahkan jika tidak diikuti oleh capres dan cawapres PKS

About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.