Bottom Ad [Post Page]

NASIONAL

KPK Giring Ayu Hancurkan PKS, PKS Kembali jadi Bulan-bulanan Media

Artis Ayu Azhari menerima uang dari tersangka kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan pencucian uang Ahmad Fathanah senilai Rp20 juta dan 1.800 dolar AS atau sekitar Rp38 juta.

"Tadi Ayu Azhari menurut penjelasan penyidik bukan untuk pemeriksaan tapi mengembalikan uang Rp20 juta dan 1.800 dolar AS pemberian Ahmad Fathanah," kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi di Jakarta, Jumat.

Menurut Johan, uang tersebut menjadi uang muka untuk Ayu Azhari selaku seorang artis.

"Jadi uang itu untuk istilahnya, dia (Ayu) mau manggung di suatu tempat, tapi ditunggu-tunggu tidak jadi, sehingga dia sudah diberikan uang duluan dalam bentuk tunai," kata Johan.

Namun Johan tidak mengetahui waktu pemberian uang tersebut.

"Tidak dijelaskan kapan pemberian uang tersebut, intinya Ayu Azhari pernah terima dari Ahmad Fathanah untuk urusan manggung," ujar Johan.

Acara "manggung" tersebut menurut Johan berdasarkan pengakuan Fathanah ke Ayu terkait acara Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Padahal Ayu Azhari seusai diperiksa di KPK pada Kamis (2/5) mengaku bahwa ia korban dari Ahmad Fathanah yang menjanjikannya suatu pekerjaan tapi pekerjaan tersebut tidak jadi dilaksanakan, bahkan Ayu Sendiri sudah pernah menyatakan bahwa ia tidak menerima uang apapun dari Ahmad Fathanah.

Ayu juga mengatakan bahwa "Tidak ada hubungannya dengan partai," kata Ayu di Kantor KPK pada hari Rabu (1/5).

Pada hari yang sama, Ayu Azhari juga menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menerima uang dari Ahmad Fathanah.

"Tidak pernah (terima uang dari Ahmad Fathanah). Sebenarnya saya korban, korban dari kerjaan-kerjaan yang dijanjikan," kata Ayu Azhari yang ditemui di KPK, Jakarta, Rabu (1/5)

Ketika menyerahkan data rekening, pada hari Jumat (3/5). Ayu mengatakan sekali

lagi bahwa ia tidak pernah menerima uang dari Ahmad Fathanah.

"Bukan panggilan, hanya melengkapi dokumen yang perlu diserahkan berdasarkan BAP (berita acara pemeriksaan). Bukti rekening koran saya. Saya serahkan memang karena saya tidak pernah menerima apa pun," kata Ayu di KPK, Jakarta, Jumat.

Dan anehnya, Juru Bicara KPK mengatakan bahwa Ayu azhari mengembalikan uang Rp 20 Juta dan US$ 1,800.

"Ayu Azhari sudah mengembalikan uang Rp 20 juta, dan US$ 1,800," kata Juru Bicara KPK Johan Budi S.P, Jumat, 3 Mei 2013. Uang itu digunakan untuk keperluan pekerjaan. "Terkait dengan uang panjer kalau nanti dia manggung."

Padahal di awal Ayu Azhari menyatakan tidak pernah menerima duit dari Ahmad Fathanah, namun langsung mencuat seketika bahwa Ayu Azhari menerima uang dari Ahmad Fathanah.

Yang mengherankan Ayu mengaku bahwa ia diundang di acara PKS. Dan katanya pernah bertemu dengan dua orang petinggi PKS, namun lagi-lagi Ayu menyembunyikan nama-nama siapa petinggi PKS yang ia maksud.

Sedangkan Fahri Hamzah sendiri sudah membantah, bahwa tidak pernah PKS mengundang Ayu Azhari dalam acara PKS. Beberapa politisi PKS pun senada dengan Fahri Hamzah, bahwa Ayu Azhari tidak pernah diundang dalam acara PKS. Malahan Mardani Ali Sera, politisi PKS ini menantang Ayu Azhari membuka dua nama petinggi yang pernah bertemu dengan Ayu Azhari.

Selaku Ketua DPP Bidang Humas PKS, Mardani Ali Sera memprotes keras atas pembentukan opini negatif terhadap PKS yang dikabarkan mengundang Ayu Azhari.

"Kami protes keras terkait penisbatan pernyataan Johan Budi bahwa Ayu Azhari diundang acara PKS. Pernyataan dan perbuatan Ahmad Fathanah (AF) tidak dapat dikaitkan dengan PKS. AF bukan kader dan bukan Pengurus PKS. Acara PKS dikontrol dan dijaga oleh Dewan Syariah," ujar Mardani Ali Sera dalam pesan singkatnya, Sabtu (4/5).

"Kami protes keras terkait dengan penyesatan info ini," tegasnya.

Penggiringan opini negatif terhadap PKS seringkali dilayangkan oleh Juru Bicara KPK, Johan Budi.

Jubir KPK ini juga pernah dengan bangga mengatakan bahwa ada rekaman antara Mentan dan LHI terkait kasus Impor Daging Sapi, tetapi pernyataan Johan Budi sendiri akhirnya dibantah oleh pimpinan KPK, Abraham Samad. Bahwa tidak ada bukti rekaman antara Mentan dan LHI.

PKS jadi bulan-bulanan opini negatif media kembali, selamat atas PKS!(anj/suaranews)



About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.