Bottom Ad [Post Page]

new

ILC PKS vs KPK

Mungkin sebagian kita sempat khawatir PKS bakal dibantai (baca: dibully) pada acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang dipimpin Karni Ilyas di tvone tadi malam, namun ternyata keadaan yang terjadi justru sebaliknya.

Berikut reportase singkat dari ikhwah di Depok
Istirahat malam ini ditemani anak, istri dan ILC yang lagi hangat. Buat saya ILC malam ini cukup unik, biasanya kalau KPK yang menyudutkan salah satu pihak pasti semua hadirin akan bertepuk tangan, namun kali ini ketika Karni Ilyas, PKS dan nara sumber lain menyudutkan KPK, malah hadirin bertepuk tangan.

Ketika Johan Budi memberikan keterangan yang ribet dan muter-muter, karni ilyas terus mengulangi pertanyaaan yang sama, hadirin akhirnya mulai riuh karena sedikit bosan mendengar penjelasan Johan Budi, akhirnya saking gemesnya, seorang narasumber mengiterupsi Karni Ilyas untuk menanyakan hal yang sama ke Johan Budi dengan bahasa yang mungkin menurutnya akan bisa lebih dimengerti oleh Johan Budi.

sampai-sampai karni ilyas menyatakan kebingungannya terhadap KPK pada kasus LHI ini, dan menyatakan bahwa publik pun sedang bingung.

Yang membuat karni Ilyas dan juga saya bingung dan menjadi pertanyaan karni ilyas kepada johan budi yang diulang-ulang adalah, apa prime crime dari kasus TPPU nya LHI, karena TPPU harus ada prime crimenya, dan yang kita ketahui saat ini prime crime TPPU nya LHI adalah kasus suap, nah kita juga tahu bahwa kasus suap ini terjadi di 2013, namun yang membuat karni ilyas kebingungan adalah, mayoritas aset LHI dan AF yang disita oleh KPK adalah aset-aset yang dimiliki oleh LHI dan AF sebelum tahun 2013.

Sebagaimana yang juga kita ketahui bahwa uang suap yang akan diberikan Indoguna melalui AF kepada LHI juga belum diterima oleh LHI, sehingga publik pun heran, uang mana yang dicuci dan masuk dalam TPPU ini? dan Prime Crimenya yang mana? lah kalau uang pribadi atau uang hasil bisnis yang dicuci mah bukan nyuci uang namanya.

Pakar Hukum yang hadir juga mengatakan Hukum tidak berlaku surut, bahwa harta yang didapat sebelum perkara utama tidak dapat disita dan dianggap sebagai bukti perkara pencucian uang.

kemudian, bagi beberapa pembaca yang bingung dan penasaran dengan status AF di PKS, maka ILC kali ini memaparkannya melalui pernyataan Ayu Azhari, dalam penjelasannya Ayu Azhari mengatakan kepada AF “bolehkah anaknya yang paham bahasa arab dan sering berda’wah masuk PKS?”,  kemudian dalam penjelasan Ayu Azhari pula, AF mengatakan “saya bukan orang PKS dan tidak dalam struktur PKS, saya hanya orang yang sering mengkoordinir artis untuk kampanye-kampanye partai politik”


pksdepok

About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.