Bottom Ad [Post Page]

DAERAH

Duka Kami Kader PKS Berau

Hari ini jumat 3 Maret 2013, kami dikejutkan oleh berita yang sampai kepada kami tentang kematian anak salah seorang saudara kami yang tercinta akhuna Supardi dan Nurul Aini sekitar jam 24.10 dini hari dalam proses persalinannya di rumah sakit daerah Tanjung Redeb sekitar jam 23.30.

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un, semua kepunyaan hanya milik Allah dan kembalinya pasti kepada Allah kira kira hanya itu yang bisa kami sampaikan seraya berdoa kepada Allah semoga antum dan keluarga di beri kesabaran oleh Allah dalam menghadapi ujian ini.

Hari ini saudara kita Supardi yang Allah uji kesabarannya tapi tidak menutup kemungkinan besok adalah giliran kita yang di uji oleh Allah Swt . Oleh karenanya untuk menjadi bahan taqarub Illallah ada baiknya kita mengingat kembali keutamaan orang tua yang mengalami hal di atas.

1. Dibangunkan sebuah rumah pujian di surga

Allah swt : Dari Abu Musa bahwa Rasulullah saw bersabda,”Apabila anak seorang hamba meninggal dunia maka Allah berfirman kepada para malaikat-Nya,”Apakah engkau telah menggenggam anak dari hamba-Ku itu?’ Para malaikat menjawab,’Ya.’ Allah berfirman,”Apa yang dikatakan hamba-Ku itu?’ Para malaikat menjawab,’Segala puji bagi-Mu dan dia mengucapkan istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, pen). Lalu Allah berfirman,’Bangunkan baginya sebuah rumah di surgadan namakanlah rumah itu dengan nama ‘rumah pujian’”
(HR. at Tirmidzi)


2. Dibalas dengan surga

Dari Abu Hurairoh berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Allah swt berfirman,’Tidaklah seorang hamba- Ku yang beriman mendapatkan suatu pahala apabila Aku genggam orang yang dikasihinya dari penduduk dunia kemudian dia rela dengannya kecuali dia (akan
mendapatkan surga).” (HR. Bukhori) Dari Anas berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Tidaklah seorang muslim ditinggal mati tiga orang anaknya yang belum baligh kecuali Allah akan memasukkannya
kedalam surga dikarenakan kasih sayangnya kepada mereka.” (Muttafaq Alaihi)


3. Menjadi penghalang bagi orang tuanya dari api neraka
Dari Abu Said al Khudriy berkata,”Seorang wanita pernah menemui Rasulullah saw dan berkata,’Wahai Rasulullah Saw kaum lelaki mendapatkan (pelajaran) haditsmu maka jadikanlah satu harimu untuk kami bisa mendatangimu dan belajar kepadamu dari apa-apa yang telah Allah ajarkan kepadamu. Nabi bersabda,”Berkumpullah kalian pada hari ini dan itu.’

Para wanita kemudian berkumpul dan Nabi saw pun mendatangi mereka dan mengajarkan apa-apa yang diajarkan Allah kepadanya kemudian beliau saw bersabda,”Tidaklah seorang wanita diantara kalian yang telah memberikan tiga anaknya (meninggal) kecuali
mereka semua akan menjadi penghalang baginya dari neraka.’ Lalu seorang wanita berkata,’Bagaimana dengan dua orang anak.?’ Nabi bersabda,’Termasuk juga dua orang anak.” (Muttafaq Alaih) Ummu Salamah binti Milhan adalah istri dari Abu Thalhah yang didoakan Rasul saw ketika Abu Thalhah mengeluhkan tentang apa yang dilakukan istrinya itu. Rasul pun bersabda,”Semoga Allah memberkahimu pada malam kalian berdua.” Kemudian Ummu Salamah hamil dan melahirkan Abdullah.



Seorang dari Anshar berkata,”aku menyaksikan sembilan anak seluruhnya menghafal Al Qur’an dan semuanya itunadalah anak-anaknya Abdullah. Sedangkan balasan di akherat bahwa Ummu Salamah adalah diantara orang yang dimimpikan Nabi saw dan
didengar suaranya di surga sebagaimana sabdanya ,”Aku memasuki surga dan aku mendengar langkah- langkah kaki dihadapanku.’ Lalu aku bertanya,’(suara) apa itu’ dijawab,’al Ghumaidha’ binti Milhan (Ummu Salamah, pen).” (HR. Muslim)

(Dari berbagai sumber)

@abualifah

About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.