Bottom Ad [Post Page]

KOLOM AKHWAT

Catatan Pojok : Perempuan Part.2 >>> Pentingnya Menyempurnakan Masa Menyusui (2 tahun)

#Behind the scene…^^
Tepatnya sejak beberapa bulan lalu ketika aku dan beberapa orang teman mulai tertarik mendalami masalah perempuan dan tuntutan perannya diranah public. Sejak saat itu aku mulai secara serius mencari2 penyebab yang tepat dan kuat (minimal bagi diri sendiri) tentang perlunya keseimbangan peran perempuan. Semakin ditelusuri ternyata pembahasan ini makin melebar dan semakin banyak, tapi tetap saja mengerucut pada satu kesimpulan, bahwa harus ada sokongan dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah agar peran perempuan bisa seimbang diranah domestic maupun public. Tidak timpang, hanya terjebak pada ranah domestic dan mengabaikan kepentingan public atau sebaliknya terjebak pada rutinitas public dan mengalahkan kepentingan domestic.

Lantaran kompleksnya pembahasan tentang perempuan ini maka menurut saya, akan lebih baik membagi pembahasannya menjadi beberapa bagian. Jika Dibagian pertama saya mencoba mengajak para Ibu/perempuan yang kompeten dan kredibel agar mau terjun mengaktualisasikan diri diranah public tanpa mengenyampingkan kepentingan domestic atau rumah tangga sebagai tugas utama. Terlebih menyempurnakan pemenuhan hak ASI bagi anak mereka..maka di bagian kedua ini saya mencoba membahas pentingnya menyempurnakan pemberian ASI, mengingat hingga saat ini banyak para perempuan (terutama yang bekerja) akhirnya termakan kencangnya promosi susu formula yg menawarkan kesehatan dan kemudahan fatamorgana. Alasannya bermacam2, biar mudah & praktis (tidak harus memompa ASI), tidak punya waktu, atau persediaan ASI yg terbatas (kasus dibeberapa perempuan yang memang memiliki masalah ketersediaan ASI), dll..

Mengapa saya tulis menyempurnakan hak ASI? Karena saya berharap seluruh Ibu yang sedang dalam masa mengandung atau menyusui bisa melaksanakan ini. Alhamdulillah jika banyak dari Anda yang telah menyempurnakan hak anak tersebut dan mengetahui hal ini lebih dulu, karena jujur saja, saya baru tau ini 3 hari lalu :D

Ketika menuliskan pemenuhan ASI sebagai sebuah kewajiban yang juga harus dilakukan oleh wanita bekerja, saya kembali penasaran dan mencari2 beragam penjelasan yang mampu menjelaskan manfaat ASI secara ilmiah ditinjau dari sisi ilmu pengetahuan dan riset. Karena selama ini saya Cuma tau bahwa ASI itu penting dan pastinya lebih baik dari susu formula, menegaskan dukungan atasi ungkapan ‘Human milk is  for human babies”. Yang saya tau, ASI Bisa membuat anak cerdas dan meningkatkan imunitas anak terhadap penyakit, lebih ekonomis, lebih terjaga dan sangat bermanfaat bagi Ibu, tidak hanya dalam mengembalikan bentuk tubuh tapi juga menjadi KB alamiah bagi sang Ibu, just it.. Tapi apa sebabnya saya juga nggak tau, maklum cita2 kecil saya ingin jadi dokter nggak tercapai :D

Mencoba berusaha memenuhi dan menjalankan hak serta kewajiban intelektual, Mulai lah saya searching minta bantuan om google dan Mr. Book untuk menjawab keingintahuan saya itu..dan ternyata subhanallah... Sudah sangat banyak pembahasan ilmiah terkait masalah ini. Jujur saja saya jadi malu, kemana saja saya selama ini  ^_^ Nah..lantaran saking banyaknya pembahasan urgensi ASI bagi Ibu dan bayi ini, maka saya tidak akan membahas itu lagi..silahkan searching sendiri ya Ibu2/ bapak2..

Tapi beberapa hari setelahnya saya mulai terganggu, rasanya tidak cukup hanya mengetahui urgensi ASI..saya ingin mengetahui landasan ilmiah yang lebih dalam mengapa di dalam Alqur’an Allah menganjurkan para Ibu untuk menyempurnakan masa menyusui untuk bayi mereka hingga 2 tahun.. “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” Qs. Albaqarah : 233

Ditengah2 gencarnya promosi ASI ekslusif selama 6 bulan, saya justru penasaran setengah mati dengan anjuran Allah ini, kenapa harus 2 tahun? Saya semakin terpancing untuk mencari tau, mengingat saat ini kebanyakan orangtua menoleransi diri dengan pemenuhan batas minimum. Memang tidak ada dosa bagi para orangtua yang bersepakat untuk menyapih sebelum 2 tahun lantaran pertimbangan ketidaksanggupan, tapi Saya yakin anjuran Allah tersebut bukan tanpa alasan, saya meyakini telah terjadi sesuatu yang ajaib dalam masa 2 tahun di awal kehidupan tersebut.

Tidak ada penjelasan di dalam Alqur’an tentang ini, saya kemudian mencoba menelusuri sirah hidup Rasulullah lantaran saya meyakini setiap detail hidup rasul selalu punya hikmah untuk seluruh ummat manusia. Saya semakin sering bertanya2 tentang budaya wanita arab yang menitipkan bayi untuk disusukan ke orang lain, termasuk diantaranya diri Rasulullah sendiri.. saya terus mencari jawabannya dibeberapa literature kesehatan, buku tumbuh kembang anak, sirah rasulullah dan tentunya berdiskusi dari 1 group ke group yang lain, terakhir saya menceburkan diri di Group ‘Tanya ASI-HZ lactation center’ atas saran dari mbak Siska Ferdiani.

Tidak kurang dari 5 group saya menanyakan hal yang sama. “mengapa Allah menganjurkan untuk menyempurnakan masa penyusuan bagi bayi hingga 2 tahun? Ada penjelasan logis apa selama 2 tahun tersebut?” belakangan diskusi berkembang menjadi “Apa hikmah dari budaya Arab yang mengadakan Ibu susu bagi bayi?” Alhamdulillah..perlahan2 saya menemukan titik terang. Setelah saya membaca dan berdiskusi, komplikasi rasa ingin tau dan pertanyaan2 yang  tadinya membentuk benang kusut di kepala saya perlahan-lahan terurai, mulai menemukan kesimpulan yang terjalin dengan cukup baik antara informasi satu dan lainnya. Untuk itu saya benar2 berterimakasih kepada teman2 yang sudah membagi ilmunya, bersedia repot dan direpotkan karena rasa penasaran saya yang mungkin agak berlebihan :)

...MENGAPA HARUS 2 TAHUN?...

# Aspek Imunologi
Terlepas dari manfaat kolostrum sebagai vaksin alamiah yang luar biasa manfaatnya bagi bayi, ternyata pada masa 2 tahun itu merupakan batas minimal penyempurnaan kekebalan tubuh bayi untuk menghadapi infeksi kuman dan virus.  Nah pada balita, Seperti halnya pneumonia, Diare adalah salah satu penyakit dengan angka mortalitas (kematian) yang sangat tinggi. Brotowasisto (2008) memperkirakan di Indonesia, 20-50 kejadian diare per 100 penduduk terjadi setiap tahunnya dan 70-80% penderitanya adalah anak dibawah 5 tahun (balita).

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian ASI selama 2 tahun dapat mengurangi risiko terjadinya diare. Dari sebuah penelitian yg diikut sertakan dalam National Islamic Medical Science Festival (IMSF) 2011 di FK-UNJ, seorang pemakalah mencoba menjelaskan perintah Allah tersebut secara ilmiah melalui pendekatan biomolekuler. bahwa laktoferin dalam ASI berpotensi sebagai agen inhibitor sistem sekretori tipe III pada Enteropathogenic Escherichia coli (EPEC) yang dapat mencegah diare pada anak dibawah 2 tahun.

Escherichia coli (E. coli) merupakan mikroorganisme yang sering menyebabkan diare pada anak karena memiliki beberapa sifat virulensi. Masing-masing sifat virulensi menyebabkan diare dengan mekanisme yang berbeda. EPEC merupakan salah satu strain virulensi yang sering mengakibatkan diare kronis pada anak berusia kurang dari 2 tahun. Sistem sekretori tipe III pada EPEC mensekresi EspA, EspB, EspD, dan Tir (Translocated intimin receptor) yang berperan dalam terjadinya diare kronis pada bayi. Hmmm…pada bingung?? Samaaa :D

Intinya, penelitian tersebut pada akhirnya menyimpulkan bahwa laktoferin alami yang terdapat pada ASI mampu menghambat sistem sekretori tipe III dengan melakukan pengeblokan polimerisasi aktin sehingga menghambat patogenesis diare oleh EPEC yang banyak menyerang anak berumur kurang dari 2 tahun. So, ingin memberikan imunitas terbaik bagi anak Anda? Tidak ada pilihan lain, Sempurnakan masa menyusui anda!

# Aspek Pembangunan Mental
Tidak hanya menyempurnakan Imunitas. Pemberian  ASI selama 2 tahun juga diduga berpengaruh pada mental dan akhlaq anak ketika dewasa. profesor sven Silburn, seorang peneliti dari Menzies School of Health Research di Darwin, mengatkan bahwa terdapat bukti yang menunjukkan hubungan antara menyusui dengan kesehatan mental seseorang.Pada saat bayi diberikan ASI, maka secara otomatis tubuh akan membentuk serotonin atau zat anti stress.  Serotonin atau zat antistres ini akan masuk ke dalam tubuh anak dan membuat anak menjadi tidak mudah marah, dapat menghindari stres dan depresi serta mengurangi kemungkinan terkena gangguan mental saat dewasa nanti. Nah hebatnya lagi, ternyata serotonin ini hanya dapat diproduksi dalam 2 tahun pertama kehidupan seorang bayi.

Berdasarkan penelitian tersebut, kebanyakan orang dewasa yang mudah marah, gampang stres, gampang depresi serta gampang terkena gangguan mental bisa jadi salah satu faktornya kurangnya asupan serotonin saat bayi. Sebaliknya, Orang yang mendapatkan ASI saat masih bayi, cenderung akan memiliki perilaku yang lebih baik, terhindar dari sifat kekerasan, kelalaian, meningkatkan kecerdasan serta menghindari sifat egois. Ini dikarenakan saat disusui anak mendapat perhatian yang cukup dari orangtuanya, sehingga anak tak perlu mencari-cari perhatian dengan melakukan perilaku yang buruk.

Sebaliknya pada susu formula cenderung mengandung zat mangan (Mn) yang tinggi, zat ini bisa membuat anak menjadi cepat stres dan marah. Jika hal ini terus berlanjut, ada kemungkinan anak akan memiliki perilaku yang buruksaat dewasa nanti. dugaan ini juga didukung dengan sebuah penelitian yang dilaporkan dalam pertemuan tahunan American Public Health Association, dalam penelitian itu, Dr Katherine Hobbs Knutson seperti dikutip dari HealthDay menemukan bahwa orangtua yang memberikan ASI pada anak sewaktu bayi cenderung jarang melaporkan adanya masalah perilaku pada anaknya.

Lalu bagaimana dengan Ibu yang memberikan ASI tapi tidak sempurna hingga 2 tahun? Tentusaja hal ini lebih baik daripada menyerahkan anak mereka sepenuhnya pada susu formula. Berdasarkan hasil penelitian, anak yang mengonsumsi ASI saat masih bayi memiliki kemungkinan gangguan perilaku 37 persen lebih rendah dibandingkan dengan anak yang tidak mendapatkan ASI sama sekali.

Kita yang hidup lebih dulu tentu tau, bahwa hidup tak terlepas dari masalah..bahkan ada pepatah yang mengatakan bahwa ‘memilih hidup berarti memilih selalu terhubung dengan masalah, karena hidup sendiri adalah sebuah masalah”. Anak anda tentu akan sama seperti anda: mungkin ia berkesempatan merasakan hidup dan pasti akan bertemu masalah dalam tiap  fase kehidupannya. Sebagai orang tua, saya yakin anda ingin memberi bekal sebaik mungkin pada anak anda untuk mampu berdamai dengan masalahnya sendiri dan tidak selalu tergantung pada anda (karena bisa dipastikan, Anda tidak selalu punya kesempatan untuk membersamainya). Maka tak ada pilihan lain, 2 tahun diawal kehidupannya adalah waktu yang paling efektif untuk anda memberikan bekal dengan memaksimalkan asupan serotonin pada anak Anda (sesibuk apapun Anda). Dengan begitu, harapannya, kelak anak anda akan memiliki bekal yang cukup untuk melakukan manajemen stress ketika dewasa.  Oleh karena itu..ikuti anjuran Allah, Upayakan memberikan ASI hingga anak anda berusia genap 2 tahun :)

# Aspek Intelektual
 ASI mengandung komposisi gizi yang sangat dibutuhkan oleh pertumbuhan otak bayi, uji klinis telah membuktikan bahwa bayi yang dibesarkan dengan ASI, IQ-nya (Intellegencia Quotient) lebih tinggi. Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan sistem syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi. Sebuah Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI. Pemberian ASI pada 6 bulan pertama dipastikan memberi dampak positif sebagai penyuplai energy tubuh dan membantu tumbuh kembang otak anak hingga 90%, dilanjutkan 40% pada 6 bulan kemudian, dan 30% sejak 1 hingga 2 tahun masa pemberian ASI.

Berdasarkan hasil penelitian Carolyn Hoefer dan Mattie Hardy di Journal of American Medical Association yang kemudian diperkuat oleh pakar epidemologi kedokteran Wieslaw Jedrychowski menunjukkan kesimpulan yang sama. Mereka pernah melakukan penelitian dengan sampel yang cukup besar, dimana sejumlah 468 orang bayi yang lahir dari ibu bukan perokok diberi tes sebanyak lima kali dengan interval teratur sejak bayi hingga usia prasekolah. Hasilnya, skor IQ yang diperoleh berbanding lurus dengan berapa lama bayi mendapat ASI. Skor IQ lebih tinggi 2.1 poin pada anak-anak yang disusui selama tiga bulan, 2.6 poin lebih tinggi ketika disusui selama empat sampai enam bulan, dan 3.8 poin lebih tinggi pada anak yang disusui lebih dari enam bulan.

Selain itu, selama tahun pertama kehidupan, berat otak bayi bertambah hampir dua kali lipat. Sebagian besar pertambahan itu berasal dari pertumbuhan materi putih. Kecepatan transmisi impuls listrik pada serat saraf yang diselubungi lapisan mielin 50 kali lebih cepat daripada yang tidak terselubung. Penelitian ini memberikan wawasan tentang mengapa pembentukan selubung mielin (yang berfungsi melindungi akson dan menutrisi otak) terjadi setelah kelahiran dan tidak ketika masa kanak-kanak atau remaja. Pengalaman anak usia dini mempengaruhi pembentukan mielin dan membantu perkembangan otak untuk beradaptasi dengan lingkungan.

---

Ini hanya sedikit yang saya tau, bisa jadi masih banyak sekali hikmah yang belum terungkap. Jika ada (saya yakin ada) teman2 yang tau lebih banyak semoga nanti juga bisa berbagi.. Tapi Mengetahui ini saja saya sudah kagum sekaligus takjub: betapa Allah itu memang sangat HEBAT dan MAHA LUAR BIASA.

Apapun itu, saya yakin bagi para Ibu pekerja bukan perkara mudah untuk konsisten memberikan ASI
kepada bayi mereka hingga usia mereka genap 2 tahun. Bahkan mungkin banyak yang merasa cukup kesulitan untuk melakukan manajemen ASi atau laktasi. Tapi percayalah, semua pengorbanan para Ibu dan juga ayah tidak akan sia-sia. Bayangkan saja, selama 2 tahun itu, anda benar2 telah menabung untuk menyiapkan terbentuknya (setidaknya) 3 karakter dari 10 karakter yang merupakan syarat terbentuknya kepribadian muslim: Matinul khuluq (akhlak yang baik dan kokoh melalui pembentukan zat antistres bernama serotonin), Qowiyyul Jism (Jasad yang kuat melalui penyempurnaan imunitas dan kekebalan tubuh anak) serta mutsaqaful Fikr (kekuatan intelektual sebagai salah satu unsure yang cukup penting, bahkan menjadi salahsatu sifat rasulullah yakni  Fathanah/cerdas).

Semoga ini bisa menjadi pengingat bagi saya dan tentu saja saya sangat senang jika tulisan ini juga bisa menjadi pertimbangan Anda untuk mengupayakan penyempurnaan masa menyusui bagi putra/putri anda. Semoga dengan begitu, akan lahir generasi yang kuat dan cerdas, generasi yang berakhlak untuk Indonesia yang lebih baik. Ganbaruyo! 

Have a nice reading..semoga bermanfaat
Mohon koreksi jika ada yg kurang tepat :) //Naz

About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.