Bottom Ad [Post Page]

DAERAH

Woww... di Berau ada 8 Perguruan Tinggi

Tanjung Redeb. Hasil Hearing Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Berau bersama Forum Pemuda Peduli Pendidikan, Para Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) diberau dan kopertis wilayah 11 kalimantan prof. dr. Ir. Siphon Muladi, hanya tiga saja yang dianggap Legal, yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIT M), Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah, sementara selebihnya masih dalam proses penyelesaian izin, adapun Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) sama sekali dianggap belum ada proses apa apa karena Yayasan yang menaungi Perguruan Tinggi (PT) tersebut belum ada Akte Notarisnya, Muharram selaku wakil Ketua DPRD menanggapi Khusus PT tersebut dianggap tidak layak untuk melanjutkan perkuliahan,

sedangkan permasalahan yang muncul untuk UVRI Makassar, sebenarnya penanganannya oleh Kopertis IX Sulawesi, karena perguruan tinggi induknya ada dimakassar untuk itu menjadi kendala bagi mahasiswa yang sudah mengantongi ijazah, sementara belum bisa dimanfaatkan untuk melamar PNS dan penyesuaian ijazah bagi yang sudah PNS, karena menurut kementrian pendidikan dalam hal ii dirtjen Dikti tdk boleh menyelenggarakan pendidikan kelas jauh atau jarak jauh kecuali sudah mendapatkan izin dari dikti, dan hal ini lah yang harus diusahakan oleh UVRI kalau ingin mengamankan mahasiswanya dari masalah pemanfaatan ijazah kedepan tandas Muharram.

adapun STIKIP yang tadir pada Hearing tersebut. Muharram wakil ketua II DPRD berau yang juga Ketua DPD PKS Berau menghimbau kepada seluruh calon mahasiswa dikabupaten Berau agar kedepannya harus jeli memilih PTS, agar kedepannya tidak terulang hal hal seperti ini, yaitu harus memperhatikan 3 hal yang pertama izin operasional dari Dikti, kedua izin program studi yang dibuka apakah sudah terakreditasi atau belum, yang ketiga bagaimana proses belajar mengajarnya./ standarisasi mutu yang diterapkan oleh perguruan tinggi tersebut.(Mrdn)

About PKS Berau

3 komentar:

  1. Pa bagaimana masyarakat berau yg sdh menjadi korban pts yg terbuai dg ianji manisnya namun tdk segera menyelesaikan izin mendirikan pts sesuai aturan yg ditetapkan..?

    BalasHapus
  2. Apapun namanya perguruan yg mengadakan kuliah jarak jauh maka ijazahnya sudah jelas tidak diakui / tidak sah terkecuali perguruan tinggi tersebut sdh mendapatkan izin dgn SK Kemendiknas dan institusinya sdh ter akreditasi A. Dan hingga saat ini hanya UT yg bisa membuka kls jauh. Jadi org tua harus berhati-hati memasukkan anaknya kuliah jgn sampai anaknya sudah rugi waktu rugi pula biaya terbuang percuma.

    BalasHapus
  3. Apapun namanya perguruan yg mengadakan kuliah jarak jauh maka ijazahnya sudah jelas tidak diakui / tidak sah terkecuali perguruan tinggi tersebut sdh mendapatkan izin dgn SK Kemendiknas dan institusinya sdh ter akreditasi A. Dan hingga saat ini hanya UT yg bisa membuka kls jauh. Jadi org tua harus berhati-hati memasukkan anaknya kuliah jgn sampai anaknya sudah rugi waktu rugi pula biaya terbuang percuma.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.