Bottom Ad [Post Page]

bidpuan

Islam dan Emansipasi

Berhubung pada tanggal 21 April kemarin kita baru saja memperingati hari Kartini. Kali ini aku ingin menulis bagaimana emansipasi yang ada di dalam Islam.

“Emansipasi”, kata ini populer ketika adanya penuntutan persamaan hak antara wanita dan pria dalam segala bidang kehidupan.

Seperti yang kita ketahui, Islam sangat memuliakan wanita dan dalam Islam juga mengenal istilah “emansipasi wanita” dengan tahrir al-marah.

Dalam Al- Qur’an juga disebutkan bahwa pria dan wanita sebaiknya bekerjasama, saling mengerti, dan saling memperingatkan untuk mengerjakan apa yang disukai dan yang dilarang oleh Allah Swt. Ini bisa dilihat pada Surat At- taubah ayat 7.

Dalam Islam juga telah dikatakan jelas jika Allah Swt. tidak membedakan kaum-Nya entah itu dari fisik ataupun kekayaan tetapi Allah Swt. membedakannya dengan iman dan ketakwaan yang dimiliki oleh masing- masing individu. Jadi, bukan karena cantik atau kaya kita bisa masuk Surga ya..

Hak dan kewajiban antara wanita dan pria pun ada yang sama tetapi juga ada yang berbeda.

Antara wanita dan pria, Islam telah memberikan posisi yang sama antara keduanya :
Dalam segi sosial, wanita berhak untuk berpendapat dalam masyarakat. Bukan hanya pria saja yang bisa menjadi wakil rakyat untuk menyampaikan suara rakyat ke pemerintah, tetapi wanita juga bisa kok.
Sedangkan dalam segi hukum, wanita juga memiliki hak untuk memiliki harta. Kedudukan wanita dengan pria sama dalam hal untuk menjadi ahli waris dan memperoleh warisan, sesuai pembagian yang telah ditentukan. Sebagaimana yang tercantum dalam Surat An- Nisa’ ayat 7 yang artinya :“Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, dan bagi wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan.”
Dan jika dilihat dari segi kemanusiaan, wanita memiliki hak yang sama dengan pria. Seperti, keduanya sama- sama memiliki hak dalam menerima, memberi dan menggunakan harta kekayaannya. Sesuai dengan arti dari surat An- Nisa’ ayat 4 : “Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.”

Itulah sedikit informasi mengenai emansipasi dan persamaan hak antara wanita dan pria. 
Salam,






Dika Restiyani
Penulis adalah pemenang Muslimah Beauty 2011 dan Duta Duta Fashion Muslim Indonesia

About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.