Bottom Ad [Post Page]

INTERNASIONAL

Gila, aktivis Femen bakar bendera bertuliskan kalimat syahadat

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa ada segolongan penduduk neraka yaitu wanita yang berpakaian tapi telanjang. Kebanyakan ahli tafsir mengartikan ini adalah tentang pakaian wanita yang ketat sehingga membentuk lekuk tubuh. Namun yang terjadi hari ini adalah telanjang yang sesungguhnya.

Beberapa waktu terakhir ini, dunia Islam digegerkan oleh aksi wanita-wanita yang menyebut diri mereka sebagai kelompok Femen. Mereka mengadakan protes “Hari Jihad Internasional Bertelanjang Dada” di Berlin, Kiev, dan Paris. Mereka mengecat tubuh mereka dengan slogan seperti “Bare breasts against Islamism/Telanjang dada melawan Islamisme”.

“Kami bebas, kami telanjang. Ini hak kami. Ini tubuh kami. Peraturan kami. Dan tidak ada seorang pun yang dapat menggunakan agama atau hal-hal sakral lain untuk melecehkan perempuan dan menginjak-injak mereka,” ujar salah satu demonstran Femen, Alexandra Shevchenko, saat berunjuk rasa di depan mesjid Berlin.

“Kami akan terus melawan dan payudara kami lebih kuat dari batu,” teriaknya.

Demonstrasi ini dipicu sebagai bentuk dukungan atas skandal yang menimpa aktivis Tunisia Amina Tyler bulan lalu. Tyler mengunggah gambar dirinya bertelanjang dada dengan tulisan “Tubuh saya adalah milik saya. Persetan dengan nilai moralmu”.

Siapa Amina Tyler ini? hasil penelusuran memperlihatkan bahwa Amina Tyler adalah anggota aktivis Femen radikal yang berjuang untuk kesetaraan hak-hak perempuan di dunia. Saat ini, gerakan perempuan dunia tertuju kepada Amina Tyler lantaran memamerkan foto tubuhnya yang diunggah di facebook Femen-Tunisia.

Aksi foto telanjang mengundang reaksi keras para alim ulama menyarankan agar ia dihukum rajam sampai mati. Salah satu mubaligh yang keras terhadap gerakan aktivis Femen ini adalah Alami Adel Komisi Amar Ma’ruf Nahi Munkar di Tunisia.

Ia menyatakan perempuan yang suka mengumbar tubuh telanjang di internet harus dirajam. Bahkan Alami Adel juga menyarankan agar perempuan yang sering mengumbar ketelanjangan harus dikarantina. Ia menganggap prilaku ini bisa mewabah dan menghancurkan akhlak perempuan muslim.

Mendengar pernyataan tersebut, kelompok feminis Femen sedunia berontak. Mereka langsung menyatakan perlawanan terhadap pernyataan ulama Tunisia. Gerakan perlawanan ini disebut dengan “Hari Jihad Telanjang” (Topless Jihad Day). Sejak tanggal 4 April 2013 lalu, banyak perempuan yang mendukung Amina Tyler menanggalkan pakaian mereka. Lalu bertelanjang dada di depan masjid-masjid besar di Eropa. Mereka berfoto di depan masjid Rio De Janeiro, Paris, San Fransisco, Montreal, Milan, Berlin, Brussel, Milan dan masih banyak lagi. Pihak keamanan dibikin repot oleh aktivis-aktivis perempuan radikal ini.

“Hidup jihad telanjang melawan orang kafir! Payudara kami lebih mematikan dibandingkan batu Anda!”

Ada juga yang menuliskan kalimat “Tubuhku Menentang Ajaran Islan.” (My Body Against Islamism)

Begitulah pernyataan-pernyataan kelompok Femen terhadap reaksi keras para mubaligh Tunisia. Mereka pun meminta kepada para simpatisan untuk mendatangani kedutaan Tunisia di manapun berada. “Kami masih belum mendengar dan melihat wajah Amina. Kami tidak mengetahui keberadaan serta keselamatannya,” ujar Pemimpin Femen Inna Shevcenko seperti dikutip Huffington Post UK, beberapa waktu lalu.

Kehilangan kontak inilah yang membuat aktivis Femen semakin bereaksi keras. “Free Amina” begitu pernyataan mereka yang tertulis di tubuh telanjang mereka.

“Kami akan terus mendukung dia sampai mengetahui keselamatan diri Amina dengan aksi ini,” kata Inna Shevcenko.

Aksi femen ini semakin menggila dengan aksi demo membakar bendera bertuliskan kalimat syahadat di luar Masjid Agung Paris, dua hari lalu. Sambil telanjang dada mereka membakar bendera tersebut sebagai aksi menentang penindasan kaum perempuan di negara-negara muslim. 

Dilansir dari Israel National News (5/4), Amina Tyler, aktivis Femen dari Tunisia bersama dua perempuan Arab lainnya membakar bendera bertuliskan "Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah". "Kami bebas, kami bugil, ini hak kami, ini tubuh kami, ini aturan kami, dan tak seorang pun bisa memperalat agama, dan simbol suci lainnya untuk menganiaya perempuan dan menindas mereka," kata anggota Femen Alexandra Shevchenko kemarin di depan masjid di Berlin.

Aksi “Hari Jihad Telanjang” kemudian diserang balik oleh kaum muslimah sedunia. Mereka menolak cara-cara yang dilakukan oleh Femen.
Muslimah dunia membuat akun Facebook untuk melawan aksi bugil aktivis Femen bernama "Muslim Women Againts Femen. Muslimah Pride Day" atau "perempuan muslim melawan Femen. Hari harga diri muslimah". 

Para muslimah yang bergabung di halaman Facebook ini memprotes aksi Femen "Topless Jihad Day " atau "Hari Berjihad Telanjang" yang dimotori oleh aktivis Femen asal Tunisia Amina Tyler. Mereka juga mengklaim bahwa Femen adalah Islamfobia dan imperialis. Pengurus halaman Facebook ini mengajak para muslimah di seluruh dunia untuk mengunggah foto mereka mengenakan jilbab.

Hal ini sebagai bukti bahwa jilbab tidak akan mengurangi kecantikan perempuan muslim dan menjadi lebih terhormat dibandingkan para wanita yang mengumbar aurat. Beberapa foto menampilkan wanita mengenakan jilbab dengan membawa tulisan "Ketelanjangan TIDAK membebaskan saya dan saya TIDAK perlu diselamatkan" dan "Jilbab adalah hak saya". 

Akun Facebook ini juga mendapat dukungan dari non-Islam. "Namun menanggalkan pakaian justru membuat banyak orang melecehkan mereka dan mereka tidak terlihat cerdas," ungkap Laura Keating, perempuan Yahudi yang mendukung aksi para muslimah ini.

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekiandan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Sumber

About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.