Bottom Ad [Post Page]

INTERNASIOAL

Shin Bet, Cerita Dibalik Mata-Mata israel Merekrut Informan Palestina

Sejak mencaplok jalur Gaza pada 1967, dinas intelejen dalam negeri israel, shin bet, merekrut banyak informan di wilayah Palestina itu. Ada yang diiming-imingi uang, pekerjaan, perawatan kesehatan, dan sebagian lagi diancam agar mau menjadi mata-mata.

Ketika israel mundur dari tepi barat dan jalur Gaza pada 2005, banyak mata-mata yang diangkut truk israel agar tak meregang nyaw ditangan Hamas, namundipercaya banyak pula yang tinggal sehingga masih menyuplai informasi hingga kini.

Keberadaan telik sandi shin bet itu pula yang membuat mudahnya militer israel membunuh para petinggi Hamas dan tepat sasaran, sebut saja Syekh Ahmad Yasin, Ar Rantisi, dan yang terakhir Ahmad Al Jabari, komandan Brigade Izzuddin Al Qassam, sayap militer Hamas. Namun, Hamas pun tak tinggal diam

Sekelompok pria bersenjata dan bertopeng menembak mati enam orang yang diduga mata-mata Israel. Dihadapan publik, keenamnya dieksekusi di persimpangan Kota Gaza kawasan Raswan Seik, Kota Gaza, Selasa (20/11).

AP mengabarkan, lima mayat berlumuran darah terpapar di area eksekusi. Beberapa orang terlihat menginjak dan meludahi mayat-mayat tersebut. Sementara satu mayat lain diikat dengan tali dan diseret dengan sepeda motor. 

Pengendara meneriakkan "Spy! Spy! (Mata-mata)" sembari menyeret mayat tersebut dengan sepeda motor. Dalam foto yang dirilis AP, belasan pemuda berkonvoi mengendarai delapan sepeda motor di jalanan Kota Gaza. 

Salah satu motor menyeret mayat dengan mengikatkan kaki si mayat pada tali yang dikaitkan di bagian belakang motor. Tubuh mayat yang berlumuran darah pun terseret dengan kondisi terlentang


Kabar foto pembunuhan tersebut pun sontak menjadi sorotan utama beberapa media AS dengan menyatakan cara eksekusi pemuda tersebut merupakan gaya Hamas menuntut keadilan. "Ini adalah keadilan, gaya Hamas. 

Preman haus teror kemarin menyeret tubuh seorang yang diduga mata-mata Israel melalui jalanan Kota Gaza setelah eksekusi," tulis halaman New York Post dalam keterangan foto dengan menyebut sumber foto dari Reuters.

Menurut saksi mata, Mokhmen Al-Gazhali (13 tahun), enam orang mata-mata dihukum mati satu per satu. Warga sekitar saat itu tengah berada di dalam rumah karena berlindung dari serangan Israel. Namun proses eksekusi mengumpulkan mereka karena warga ingin melihat apa yang tengah terjadi. 

Salah seorang warga, Ashraf Maher (24 tahun) ikut berkerumun dalam eksekusi publik tersebut. Ia pun mengatakan para mata-mata Israel memang pantas dieksekusi dihadapan publik dengan maksud sebagai peringatan kepada orang lain agar tidak melakukan kesalahan yang sama.

"Mereka memang harus tewas dengan cara yang brutal sehingga orang lain tidak berpikir untuk bekerja sama dengan penjajah (Israel)," tuturnya. 

Pihak sayap militer Hamas, Izzedine Al-Qassam pun mengatakan, enam orang yang tewas telah memberi informasi kepada Israel terkait pejuang Hamas dan situs peluncuran roket. Namun Hamas tak menyatakan bertanggung jawab atas peristiwa eksekusi ataupun konvoi dalam foto.

Hamas juga tidak menjelaskan bukti dugaan mata-mata. Namun stasiun radio Hamas Al-Aqsa mengabarkan, enam orang tertembak mati tersebut tertangkap basah bekerja untuk Israel.

About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.