Bottom Ad [Post Page]

DUNIA ISLAM

Menguak Tabir Konspirasi Besar AS - Yahudi - Syiah, Untuk Menghancurkan Islam (Bagian 1)

Untuk kesekian kalinya Palestina menderita akibat keganasan israel, dan, ironisnya, kepedulian negara-negara Islam terutama bangsa arab semakin menurun karena sudah terbiasanya pemberitaan tentang Palestina. Inilah fakta keberhasilan konspirasi besar amerika, yahudi dan syiah, untuk menghancurkan islam, episode terkini dari rentetan panjang episode kebengisan yahudi dan kebencian serta pengkhianatan syiah.

Kita mungkin sering mendengar pidato berapi-api yang disampaikan presiden iran mahmoud ahmadinejad tentang keinginannya menghapus israel dari peta dunia dan mengatakan bahwa peristiwa holocaust adalah mitos. Pidato ini langsung membuat geram isarel dan beberapa negara eropa serta amerika, induk ayamnya israel. Saling berbalas pidato, iran dan israel tak ubahnya seperti musuh bebuyutan. baca http://www.acehtraffic.com/2012/01/di-sela-sela-sidang-forum-ekonomi-dunia.html. Hal ini lantas menjadikan amerika berkali-kali memblokade iran dengan melarang negara-negara di dunia melakukan transaksi apapun dengan iran, israel pun gencar dengan ancamannya untuk menyerang iran. Tapi lihat sendiri sekarang, sampai detik ini tidak satupun butir peluru atau rudal israel yang berlabuh ke iran. bisa dibilang semua ancaman-ancaman israel terhadap iran hanyalah "bullshit".

Keberanian iran menentang israel dan amerika inipun lantas seolah mendapat dukungan dari negara-negara islam, iran sukses membentuk opini bahwa merekalah pahlawan islam saat ini. Namun disisi lain, opini amerika tentang pengembangan nuklir di iran yang bisa menjadikan iran sebagai negara dengan teknologi perang yang dahsyat, memberikan perasaan takut pada banyak negara didunia, termasuk negara-negara arab. 

Sebetulnya Amerika, Israel dan Negara-negara barat lainnya sadar akan hal ini, bahkan mereka juga sadar kalau mereka punya kesamaan kepentingan, sebagai bukti bahwa sesungguhnya Israel pernah menyuplai senjata-senjata canggih kepada Iran saat perang antara Iran dan Iraq, walaupun bukti ini sengaja disembunyikan kepada khalayak.

Namun peran Amerika sangat jelas dalam membantu Iran melalui para pengikutnya aliran Syiah di Iraq yang mana mereka selalu melaksanakan seluruh komando/perintah Amerika, namun yang sangat ironis dan kasat mata adalah bantuan ini dibiayai oleh bangsa arab yang Sunni.

Kalau betul-betul Amerika merasa terancam oleh Iran, maka sebenarnya Amerika beserta sekutunya tidak akan pernah bisa menaklukkan Iraq dan berhasil membunuh jutaan jiwa warga Arab Sunni di Iraq.

Sebaliknya Amerika dan Iran punya kesamaan kepentingan di Iraq, karena kalau tidak, tentunya Amerika akan lebih memilih Arab Sunni untuk mengatur masalah-masalah penting tentang kenegaraan, dan akan mendukung penuh tentara sunni sampai tidak ada lagi ruang kesempatan bagi Iran untuk masuk wilayah Iraq.

Setidaknya Amerika akan memberikan kesempatan lebih banyak terhadap warganegara Iraq yang sefaham dengan para pemimpin Negara teluk yang telah dianggap oleh Amerika sebagai "teman", atau dengan kata lain sebagai anugerah (hadiah) dalam pertemanan antara mereka.

Amerika adalah pewaris tunggal bangsa barat dalam hal kebenciannya terhadap Islam, Amerika juga mengetahui bahwa pemerintahan Syiah aliran keras di Iran pun memiliki kebencian yang sama terhadap Islam.

Nenek moyang warga Iran adalah berasal dari kaum "Shofawiyyah", yang membela umat Nasrani di Eropa pada saat perluasaan Dinasti Utsmaniyyah di Eropa. Mereka (Syiah di Iran) adalah merupakan benteng pertahanan pertama dari serangan-serangan yang diluncurkan oleh tentara Utsmaniyyah.

Pada saat yang sangat penting ini (perluasan Dinasti Utsmaniyyah di Eropa), mereka menyalakan api revolusi dengan mengambil alih kekuasaan di beberapa wilayah islam dari pemerintahan pusat. Sehingga para panglima Dinasti Utsmaniyyah terpaksa menarik mundur pasukannya dari Eropa guna mengatasi hal ini, padahal beberapa kota besar di Eropa telah akan berhasil di taklukkan.

Kiranya timbul satu pernyataan dari para pembaca: Jika demikian/Jika hubungan antara Amerika, Negara Barat, Israel dan Iran baik-baik saja, maka apa rahasia dibalik perang pernyataan dan ancaman yang dilontarkan oleh para pemimpin Negara Barat dan Amerika terhadap Iran yang selalu kita dengar siang dan malam ?

Jawabnya adalah sebetulnya Negara Barat, khususnya Amerika dengan persetujuan Iran, mereka ingin memeras kekayaan yang dimiliki oleh Negara-Negara Arab, karena dengan semakin diperlihatkannya kekuatan senjata Iran, akan menambah rasa ketakutan Negara-Negara Arab. Sehingga Negara-Negara Arab akan serta merta bergegas meminta perlindungan kemanan dari Amerika dengan membeli senjata-senjata canggih, kemudian disimpan sampai pada waktunya digunakan.

Dengan cara menjalin kerjasama pertahanan, hingga akhirnya Amerika bisa leluasa mengontrol kondisi kemanan di Negara-Negara Arab, bahkan bisa menyusup mengintervensi urusan dalam negeri mereka, leluasa menyusup sentra-sentra penting seperti pendidikan dan sosial budaya dengan cara menawarkan management/metodelogi Barat kepada Negara-Negara Arab sebagai syarat terlaksananya jalinan kesepakatan pertahanan stabilitas dan kemanan Negara dimaksud.

Adapun kepentingan Iran dari semua ini adalah untuk memperlihatkan kekuatan persenjataannya yang besar kepada wilayah sekitar. Pernyataan-pernyataan keras Amerika dan Negara-Negara Barat yang seolah mengintimidasi Iran hanya untuk membuat Negara-Negara Arab takut.

Semakin di intimidasi, Iran akan merasa diatas angin, menuntut terlalu banyak sampai-sampai Iran pernah mencoba untuk merubah metode keagamaan di beberapa Negara Teluk sesuai dengan fahamnya yang sesat. Walaupun jumlah Syiah (di Iraq) sedikit, namun mereka mampu mengkebiri dan mengembargo ulama sunni yang mayoritas. Mereka yakin bahwa Amerika akan selalu membela walaupun dengan dalih "melindungi kaum minoritas."

Inilah serangkaian tingkah syiah yang sangat mirip dengan orang-orang munafik, atau lebih tepatnya musuh dalam selimut. Apa saja sepak terjang kaum syiah dalam "kesuksesannya" membantai umat Islam? tunggu tulisan selanjutnya.

sumber: 

About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.