Bottom Ad [Post Page]

Anis Matta: PKS Sangat Siap dengan Segala Resiko

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta menganggap keputusan Sekretariat Gabungan Partai Koalisi mengeluarkan partainya dari koalisi belum resmi. PKS masih menunggu sikap Ketua Sekretariat Gabungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kami anggap belum resmi. Bahwa ada pembicaraan, itu terserah. Kami tidak ingin memberikan sikap resmi sampai ada putusan resmi juga," kata Anis Matta di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (5/3).

Anis menjelaskan, hingga hari ini belum ada pembicaraan via telepon atau pertemuan antara PKS dengan Presiden SBY. PKS mengaku sudah memikirkan segala risiko dari sikap mereka menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). PKS menganggap ini adalah momentum untuk menyatakan jati diri.

"Bagi kami, indentitas keberpihakan kepada rakyat jauh lebih penting. Jauh lebih penting dari semuanya. Menurut saya, kecelakaan besar yang dilakukan karena kita selalu mendahulukan kepentingan politik daripada kepentingan rakyat," kata Anis.

PKS menilai, rencana pemerintah menaikan harga BBM tidak berpihak kepada rakyat. Persoalan harga BBM lantaran dipicu kenaikan harga minyak dunia di pemerintahan SBY sudah terjadi selama tujuh tahun.

"Itu persoalan permanen. Jadi, dalam kebijakan saat ini PKS melihat pemerintah tidak berpihak pada rakyat. Itu sebabnya kita berseberangan dengan pemerintah. Bagi kami tujuan koalisi lebih kepentingan rakyat," tegas Anis.

PKS, kata Anis, siap dengan resiko di keluarkan dari koalisi. Tidak ada keputusan yang tak berisiko. Soal ketidaknyamanan anggota koalisi dengan sikap PKS, menurut Anis, itu bisa dihindari demi negara. Ia meminta semua pihak tidak menjadi bangsa yang melankolis.

"Kalau kita mengelola negara, kita harus jauhkan rasa seperti itu. Suka tidak suka, nyaman dan tidak nyaman, kita jangan jadi bangsa yang melankolis," kata Anis.

About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.