Bottom Ad [Post Page]

INTERNASIOAL

warga elit mesir ketar - ketir, partai Islam menangi pemilu mesir

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO – Besarnya peluang Ikhwanul Muslimin (IM) memenangkan pemilu Mesir menyebabkan kelompok elit Mesir ketar-ketir. Kelompok yang menikmati kejayaan rezim Hosni Mubbarak ini khawatir kepemimpinan IM akan mengubah Mesir menjadi Arab Saudi.

"Saya berharap mereka tidak memaksakan perempuan mengenakan jilbab dan melarang perempuan mengemudi seperti yang diterapkan Arab Saudi," ungkap Naglaa Fahmi (50), salah seorang warga Kaya Mesir seperti dikutip mail&guardianonline.com, Jum'at (3/12).

Warga kaya Mesir lainnya, Nardine, justru bersiap untuk meninggalkan Mesir. "Ayah meminta aku dan saudara-saudaraku untuk tinggal di luar negeri. Ia berpikir keluarganya tidak memiliki masa depan di sebuah negara yang dipimpin kelompok Islam," kata dia.

Ahmed Gabri, karyawan bank, menilai kepemimpinan kelompok Islam berarti Mesir akan memberlakukan kebebasan yang terbatas. "Aku akan meninggalkan negara ini," kata Gabri, seorang Muslim. "Aku tidak akan tahan tinggal di iklim puritan. Mengapa mereka tidak membiarkan orang hidup dengan cara yang mereka inginkan?"

Manar (40), mengatakan kondisi politik Mesir membuatnya takut. "Saya tidak mengkhawatirkan kemenangan Ikhawanul Muslim, tapi saya takut kelompok Islam garis keras," katanya.

Pemilu perdana pasca tergulingnya Hosni Mubarak diikuti 55 partai politik dalam pemilu yang memperebutkan 497 kursi dari total 508 kursi Majelis Syaab (DPR)—10 kursi di antaranya ditunjuk oleh penguasa bagi kalangan wanita, profesional dan minoritas Kristen Koptik.

Pemilu tahap pertama ini berlangsung di sembilan dari 27 provinsi, yaitu selain di Ibukota Kairo, juga di Iskandariyah, Fayoum, Port Said, Dimyate, Asyut, Luxor, Kafrus Syaikh dan Provinsi Bahrul Ahmar.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mesir, Abdel Moiz Ibrahim, mengatakan pelaksanaan pemilu anggota parlemen tahap pertama pada Senin dan Selasa berlangsung aman dan lancar. "Alhamdulillah, pemilu tahap pertama ini berjalan lancar kendati ada keluhan keterlambatan logistik di beberapa tempat pemungutan suara," kata Abdel Moiz

About Unknown

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.