Bottom Ad [Post Page]

DAERAH

Swasta dorong Listrik 24 Jam

TANJUNG REDEB - Upaya Pemkab Berau agar ibu kota kecamatan bisa menikmati listrik selama 24 jam, secara bertahap bisa terpenuhi.  Pemkab mengharapkan  peran swasta  besar untuk mencapai hal itu. Terutama swasta yang mengoperasikan pabrik minyak sawit mentah (Crude Palm Oil /CPO) dan  memiliki kelebihan listrik.  Listrik inilah yang dipasok kepada masyarakat melalui PLN.
Hal ini ditegaskan Bupati Makmur ketika mengunjungi Kecamatan Segah.  Di hadapan masyarakat, bupati memberikan gambaran, salah satu sarana yang sangat dibutuhkan masyarakat  adalah listrik. ”Saat ini, karena kondisi yang ada, masyarakat baru bisa menikmati pelayanan liastrik selama 12 jam,” kata Makmur.
Kalau ada yang bertanya, apakah pelayanan listrik bisa 24 jam,  menurut bupati, jawabannya sangat bisa. Dari mana ? Apalagi, kalau bukan dari kelebihan listrik yang dimiliki pabrik CPO  di Segah. Jaraknya tidak terlalu jauh dari  ibu kota kecamatan.  Inilah yang harus dpikirkan oleh perusahaan, sebagai bentuk kontribusi  kepada masyarakat.
”Kalau  perusahaan bisa menyisihkan kelebihan listriknya kepada masyarakat, saya optimistis ibu kota kecamatan Segah bisa menikmati listrik selama 24 jam,” ungkap Makmur.
Gagasan seperti ini sudah dijajaki perusahaan CPO tersebut. Setelah dilakukan penelitian oleh PLN, kesimpulannya, sangat memungkinkan. ”Saat ini tengah dilakukan pengkajian, untuk dibangun jaringan,” kata Makmur.  Kalau terealisir, maka sejumlah kampung sekitar pabrik, dipastikan akan menikmati pelayanan listrik selama 24 jam.
Masyarakat tentu sangat menunggu itu terwujud.  Sebab, dengan pelayanan listrik selama 24 jam, potensi ekonomi masyarakat akan bisa tumbuh.  Denyut kehidupan masyarakat juga semakin bergairah.  Yang paling merasakannya, adalah para pelajar yang bisa lebih banyak melakukan kegiatan disekolah.  Terutama untuk kegiatan praktik.
Untuk jaringan komunikasi, kalau beberapa tahun lalu, banyak ibukota kecamatan yang “terisolir” karena jaringan komunikasi.  Saat ini, semua ibu kota kecamatan, termasuk Pulau Maratua sebagai pulau terluar,  tidak kesulitan berkomunikasi lewat telepon.  Sebab sudah hadir jaringan telepon seluler. (hms2/ss)kaltim post

About Unknown

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.