Bottom Ad [Post Page]

DAERAH

Tak Ada Lagi Antre Panjang


Konsumen BBM jenis premium maupun solar, pasca-Lebaran bisa bernafas lega.  Kalau selama ini pemilik kendaraan “pusing” untuk mendapatkan BBM karena harus antre hingga berjam-jam bahkan berhari-hari, kini suasana seperti itu tak lagi terlihat.  Ini tidak lain, setelah Pertamina memasok BBM premium dan solar ke semua SPBU secara bersamaan.

Sejak awal memang diduga, bahwa antrean yang terjadi di SPBU akibat ulah para pengoplos BBM maupun ulah oknum petugas SPBU sendiri yang terus memberikan peluang bagi para pengoplos.  Sehingga yang terjadi adalah, konsumen yang benar-benar untuk keperluan sendiri, sangat sulit menembus barisan antrean yang cukup panjang.Pengoplos yang bekerja bersama jaringan mereka, setelah mendapatkan kemudian mengumpulkan dan menjual kembali ke konsumen dengan harga yang luar biasa, hingga Rp 15 ribu per liter.  Iniyang membuat resah konsumen BBM lainnya.  Bahkan, Pemkabpun yang beberapa kali menurunkan tim, hampir tak sanggup menghadapi situasi seperti itu.Namun, setelah depo Pertamina di Samburakat mulai beroperasi, antrean panjang yang sering terlihat di SPBU, juga tiba-tiba menghilang.  


Dari seluruh SPBU yang beroperasi di Tanjung Redeb, Gunung Tabur dan Sambaliung, secara bersamaan mendapat pasokan BBM. Praktis, secara bersamaan pula, konsumen bisa mendapatkan BBM sesuai yang diperlukan.Apalagi, setelah diresmikannya  SPBU  di Rinding, memperkuat posisi persediaan premium, solar maupun pertamax yang  dipasarkan setiap saat. Kehadiran SPBU yang diresmikan bupati tersebut, juga menjaid pilihan bagi konsumen untuk mendapatkan BBM.  Jadi tidak perlu lagi berspekulasi menyimpan BBM di rumah.Pemkab, menurut 


Wabup Ahmad Rifai, meskipun semua SPBu beroperasi secara bersamaan, juga akan terus melakukan operasi.  Terutama bagi pengecer yang menjual di atas harga ketentuan yang diberikan, yakni Rp. 6000 per liter. Pemkab tidak akan main-main dalam operasi ini, pemberitahuan kepada semua pengecer juga sudah disampaikan.  Terutama, akibat yang akan mereka terima, bila saja masih berani menjual eceran di atas harga yang ditentukan. ”Kita akan tindak tegas dengan resiko yang juga tidak ringan bagi pengecer yang nakal,” kata Wabup.Hingga tiga hari usai Lebaran, kemarin, beberapa SPBU sudah melakukan layanan kepada konsumen.  Meskipun sempat diperkirakan akan terjadi antrean, ternyata tidak terlihat di SPBU.  Ini menandakan, bahwa pasokan BBM kepada konsumen sudah cukup bagus. Konsumen juga tidak perlu khawatir dan bisa membeli sesuai dengan yang dibutuhkan.  


Di SPBU Rinding dan Maluang serta SPBU Bujangga, petugas SPBU menawarkan kepada konsumen, apakah akan membeli premium atau jenis pertamax sebelum melakukan pengisian.Memang di pinggir jalan juga masih terlihat pengecernyang menjual dalam kemasan botol, dengan harga Rp 8.000 per botol, namun diperkirakan lambat laun akan menjual pada tingkat harga yang normal.  Sebab, konsumen sudah bisa mendapatkan dengan leluasa BBM di SPBU, dengan kualitas BBM yang lebih terjamin. kaltimpost

About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.