Bottom Ad [Post Page]

DAERAH

Listrik Berau Semakin Kuat, Boiler 3 PLTU Lati Diresmikan

Gubernur Awang Faroek Resmikan Boiler 3 PLTU Lati
Dalam rangkaian HUT Kabupaten Berau ke 58 dan Tanjung Redeb ke 201, selain menggelar pameran pembangunan (ekspo) dan berbagai lomba tradisional dan hiburan panggung, Pemkab Berau juga meresmikan pemasangan satu unit boiler PLTU Laty 2 x 7 MW di Kecamatan Gunung Tabur. Peresmian pemasangan 1 Unit Boiler tambahan PLTU terletak dimulut tambang dan menggunakan bahan baku batu bara rendah kalori low rank coal (LRC) produksi PT Berau Coal (BC) tersebut dilakukan secara langsung oleh Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak (18/9).

Pemasangan tambahan boiler tersebut tidak lepas pada pertimbangan semakin terus meningkatnya kebutuhan berbagai komponen masyarakat akan listrik, disamping mencegah terjadinya pemadaman listrik, terutama pada saat boiler 1 dan 2 PLTU sedang dalam masa perawatan.

Gubernur Awang Faroek Ishak mengatakan peresmian penambahan boiler PLTU 2 x 7 MW Laty merupakan salah satu prestasi tersendiri yang patut diberikan apresiasi bagi Pemerintah Kabupaten Berau di bawah kepemimpinan Bupati Drs H Makmur HAPK MM dan wakilnya Ir H Ahmad Rifai MM. Sebab, di daerah Kaltim lainnya umumnya masih baru dalam tahapan memulai, sedang Kabupaten Berau sejak beberapa tahun lalu telah memiliki PLTU Laty, dikelola oleh PT Indo Pusaka Berau (ITB) yang juga terus ditingkatkan kapasitasnya. “Namun Kabupaten Berau sudah punya dan menambah lagi boiler PLTU nya. Kiat dan keberhasilan Pemkab Berau ini patut disyukuri, diapresiasi dan dicontoh oleh daerah lain yang ada di Kaltim, khususnya dalam memanfaatkan serta optimalisasi potensi sumber daya alam yang ada. Sehingga juga SDA karunia Allah Swt yang ada bisa dinikmati oleh masyarakat secara merata,” kata gubernur.

Pujian juga tidak lepas karena berdirinya PLTU Laty memanfaatkan dan menggunakan batu bara LRC yang katagir non ekspor dari PT BC, yang besar artinya mengingat keterbatasan sumber energi lainnya yang memiliki kajian keekonomisan dan penggunaan jangka panjang lainnya seperti batu bara, sangat terbatas. Penggunaan batu bara juga sangat bermanfaat mengingat biaya anggaran penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) buat PLTD sangat mahal. 

“Atas semua ini baik secara pribadi maupun atas nama Pemerintah Provinsi saya mengucapkan selamat kepada Pemerintah Kabupaten Berau, pembangunan PLTU dan optimalisasi manfaat SDA ini hendaknya bisa menjadi contoh yang baik buat daerah lain. Saya juga mengimbau hendak hubungan pemerintah dengan pihak perusahaan perlu terus dijaga dan bina dengan baik, bagi perkembangan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Manager Umum PLTU Laty, Sugeng Triyono mengatakan, pembangunan PLTU Laty 2 x 7 MW saat ini bisa menggantikan PLTD dengan energy primer HSD, antara lain karena biaya produksi Listrik Per kWh menjadi jauh lebih ekonomis. Keberadaan PLTU Laty yang merupakan mulut tambang ini menjadi pilot project dalam rangka penekanan pemakaian minyak bumi sebagai energy primer. Dalam pembangunan PLTU skala kecil PLTU Laty banyak pihak yang berperan, Pemkab Berau, PT BC dan pihak lainya. Pembangunan Boiler Unit 3 yang saat ini diresmikan memerlukan waktu pengerjaan selama 14 Bulan.

PLTU Laty didirikan pada 2004 silam, berawal dengan beban di areal Tanjung Redeb sekitar 3,6 MW. Seiring dengan pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Berau, beban system Tanjung Redeb terus meningkat hinga kini mencapai 11 MW, pertumbuhan pesat yang harus segera diimbangi dengan peningkatan kapasitas PLTU yang terpasang.

Awang Faroek melihat kesiapan pengoperasian Boiler 3
PLTU Lati
Saat ini PLTU Laty mampu mensuplai daya listrik kemasyarakat sebesar 8,5 MW, dan PLN (Persero) cabang Berau sebesar 2,5 MW pada saat beban puncak. Kedepan PLTU Laty juga berencana akan membangun lagi pembangkit dengan kapasitas 3 x 7 MW dimana saat ini Turbin yang diperlukan sudah tersedia. Apabila rencana yang baru tersebut terwujud, maka seluruh kebutuhan daya Listrik di Kabupaten Berau akan bisa dipenuhi PLTU Laty secara keseluruhan.

Selain pemenuhan listrik masyarakat penambahan boiler 3 juga ditujukan pada tetap terpenuhinya kebutuhan masyarakat saat pemeliharaan boiler yang lama dilakukan. Selama ini bila sedang dilakukan perawatan, kebutuhan listrik di sistem Tanjung Redeb mengalami kekurangan pasokan. korankaltim.co.id

About Unknown

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.