Bottom Ad [Post Page]

ekonomi

Lejitkan Finansialmu! Banyak Jalan Menuju Berbisnis

Berbisnis alias memiliki usaha bisa jadi merupakan impian terpendam sebagian besar dari Anda. Namun, keraguan seringkali timbul akibat merasa tidak punya “darah bisnis” atau sudah masuk ke wilayah comfort zone dalam pekerjaan saat ini. Tenang saja, Anda tidak sendirian. Saat ini, untuk memiliki sebuah bisnis, Anda tidak harus secara fisik melakukan semua proses usaha sendirian. Apa saja pilihan yang Anda punya? Simak tulisan berikut.

Beralih ke Wirausaha
Jika menjadi seorang wirausahawan adalah pilihan Anda, maka yang wajib ditempuh adalah membuat rencana bisnis yang komprehensif. Rencana ini harus menjawab What product, Who is the target, How to market, dan pastinya Financial projection.

Hal terpenting yang harus Anda sadari bahwa setiap bisnis pasti mengandung resiko. Bahkan bila Anda sudah mendapatkan keuntungan, bukan tidak mungkin tahun depan Anda mengalami kerugian. Seorang wirausahawan membutuhkan pengetahuan dan persiapan awal yang lebih mendalam dan sedikit trial-error dalam mengetahui produk /jasa apa yang laku di pasaran. Anda juga harus menyusun dari awal program pemasaran serta mendidik sendiri seluruh tenaga yang bekerja untuk bisnis Anda.

Anda boleh punya mimpi dan cita-cita untuk melakukan pekerjaan yang Anda cintai, namun saya harus menyampaikan realitas kehidupan: Mampukah Anda secara finansial untuk melakukan hal ini? Seperti yang saya tulis di buku Menjadi Cantik, Gaya, & Tetap Kaya, ada tiga hal yang harus Anda lakukan sebelum banting setir dari karyawan jadi wirausahawan.

Pertama, jangan langsung berhenti dari pekerjaan lama. Pertimbangkan bagaimana menanggung biaya kesehatan jika Anda berhenti bekerja, bagaimana membuat kontribusi ke Dana Pensiun, dan juga meningkatkan dana darurat. Kedua, hidup dengan penghasilan yang lebih kecil. Dengan bekerja di PT Tempo (tempo sekarang banyak duit, tempo nanti belum tentu), Anda harus berani menghadapi resiko penghasilan yang lebih kecil.Ketiga, lunasi utang. Tidak ada yang lebih menakutkan dibandingkan kehilangan sumber penghasilan untuk membayar cicilan utang.

Untuk metode bisnis ini, Anda wajib memisahkan antara keuangan bisnis dengan keuangan pribadi. Meski usaha rumahan, pisahkan persentase pemakaian listrik untuk rumah tangga dan bisnis. Jika Anda punya kredit usaha, selalu bayar cicilan pokok serta bunga dari pemasukan bisnis, bukan uang pribadi.

Menjadi Silent Partner
Jika terjun langsung jadi wirausahawan belum menjadi pilihan, maka Anda bisa menjadi silent partner dalam sebuah bisnis. Secara sederhana, Anda hanyalah menyuntikkan modal kedalam suatu perusahaan atau usaha. Setiap tahun, Anda berhak mendapatkan dividen yang mungkin dibayarkan 1 kali atau 2 kali. Berbeda dengan menjadi wirausahawan, Anda tidak mendapat gaji dari bisnis ini. Jadi, keuntungan yang diperoleh hanyalah dalam bentuk dividen atau bagi hasil saja.

Keuntungan dari model ini tentu saja Anda masih bisa bekerja sebagai karyawan mendapatkan gaji tetap serta fasilitas kantor. Namun, pastikan bahwa suntikan modal Anda tercatat dalam bentuk akta pendirian dan juga laporan keuangan usaha. Tentu lain ceritanya jika penyertaan kita tidak mendapat dividen yang setimpal.

Berbisnis melalui saham
Nah, bentuk ketiga dalam berbisnis sebetulnya bisa dengan cara investasi di saham secara langsung. Secara logis, investasi di saham perusahaan terbuka hampir mirip dengan menjadi silent partner. Anda membeli saham, tercatat sebagai pemegang saham, dan setiap tahun kemungkinan mendapatkan dividen.

Sedikit berbeda dengan terjun langsung jadi wirausahawan, tugas Anda hanyalah melakukan analisa fundamental dan teknikal untuk mengetahui industri apa yang cocok menjadi bisnis Anda. Alih-alih harus repot dan menanggung resiko seperti ditipu supplier, uang dibawa kabur pegawai, dan lainnya, resiko Anda hanyalah sebatas modal awal bisa jadi melorot jika harga saham turun. Namun, modal Anda juga berpotensi melambung hingga 500% dalam 10 tahun.

Berbisnis dalam rencana keuangan Anda
Sahabat cantik saya, Donna Agnesia, pernah bertanya apakah bisnis futsal yang dijalankannya saat ini merupakan investasi? Memiliki bisnis, baik secara langsung mau pun tidak langsung, tergolong investasi jangka panjang. Saya yakin Anda pasti tidak berharap bisnis padam setelah 5 tahun berjalan. Dalam rencana keuangan, nilai bersih dari bisnis saat ini harus tercatat sebagai aset Anda. Sedangkan besaran potensi returnper tahun bisa bervariasi dari mulai 15% hingga 50%, tergantung jenis bisnis.

Tujuan keuangan yang dapat dicapai dengan memiliki bisnis adalah memastikan adanya penghasilan hingga hari tua nanti. Jika sukses, bisnis pun bisa dimasukkan dalam estate planning alias perencanaan waris untuk anak dan cucu. Besaran modal dari jumlah aset yang bisa Anda keluarkan untuk modal tergantung dari profil resiko Anda. Semakin rendah kemampuan dalam mentoleransi resiko, maka semakin kecil persentase aset yang bisa dijadikan modal bisnis.

Resep Sukses
Saya percaya, bisnis yang berhasil merupakan paduan dari resep; 30% tentang uang, 20% tentang pendidikan, 10% administrasi, dan 40% cinta & takdir. Apa pun jalan berbisnis yang Anda tempuh, lakukanlah dengan doa dan usaha terbaik. Kalau urusan rezeki, percayalah sudah ada yang mengatur. 
Live a beautiful life!


Prita Hapsari Ghozie, SE, MCom., GCertFinPlanning, CFP adalah seorang perencana keuangan independen. Prita mulai menempuh pendidikan formalnya di bidang ekonomi & keuangan sebagai mahasiswi S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia jurusan Akuntansi pada tahun 1998. 
Tiga setengah tahun kemudian, ia berhasil lulus dan langsung melanjutkan pendidikan S2 di University of Sydney School of Business, Australia. Selama di Sydney, peraih gelar Master of Commerce ini sempat bekerja paruh waktu di Securities Institute of Australia dan berkenalan dengan ilmu perencanaan keuangan (Financial Planning).

About Unknown

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.