Bottom Ad [Post Page]

NASIONAL

PKS Perjuangkan Minimal 3 Persen Parliamentary Threshold

SURABAYA. Partai Keadilan Sejahtera menetapkan angka 3 persen sebagai titik temu yang akan dipegang teguh untuk parliamentary threshold (PT) Pemilu 2019 mendatang. “Itu harga mati, tidak ada kompromi untuk itu,” kata Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq di sela-sela acara Silaturahim PKS dengan Tokoh Jawa Timur, Senin (8/8) malam di Surabaya.
PKS memandang, jika PT di atas 3 persen seperti yang diusulkan partai-partai besar, maka akan banyak partai kecil dan menengah, termasuk partai-partai Islam akan kehilangan banyak suara. “Jika PT di atas 3 persen akan banyak sekali suara umat Islam yang hangus. Ini tidak menguntungkan untuk umat Islam karena tingkat keterwakilan mereka menjadi sangat kecil di parlemen,” tandas Luthfi.

Luthfi menyadari untuk menciptakan pemerintahan yang efektif dan efesien perlu dilakukan penyederhanaan partai. Namun, hal itu harus dilakukan secara bertahap, tidak bisa langsung. Misalnya, Pemilu 2014 PT-nya 3 persen, tahun 2019 naik menjadi 4 persen, dan baru pada 2024 PT bisa ditetapkan 5 persen.

Sejumlah kalangan menilai dengan PT 5 persen akan menguntungkan PKS, karena Pemilu 2004 lalu perolehan suara PKS sudah di atas 7 persen, sementara parpol Islam lainnya di bawah PKS. Namun Luthfi menyatakan, PKS tidak bisa berjuang sendirian dalam mengadvokasi persoalan umat Islam. PKS butuh parpol-parpol Islam yang lainnya untuk bersama-sama membangun umat.

Karena itu PKS akan berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankan PT 3 persen. “Kami akan bersama-sama dengan partai kecil dan menengah lainnya berjuang untuk PT 3 persen,” imbuh dia.

Bagaimana jika voting dan kalah, karena partai-partai besar ngotot untuk di atas 3 persen? “Insya Allah dengan kebersamaan parpol Islam dan parpol berbasis massa Islam juga parpol kecil dan menengah lainnya perjuangan kita akan membuahkan hasil,” katanya.

Negara ini, lanjut Luthfi, terlalu besar untuk dikelola oleh satu atau dua kelompok saja. Perlu beragam kelompok untuk mengelola negara ini, termasuk melibatkan parpol-parpol Islam.

Capres PKS 
Sementara itu mengenai calon presiden dari PKS, Luthfi menegaskan, hingga saat ini PKS belum pernah membicarakan soal capres. “Itu domainnya Majelis Syuro, dan hingga sekarang Majelis Syuro belum pernah menyinggung soal capres. Masih terlalu jauh,” urai Lutfi.

Pembicaraan soal capres, kata Luthfi, baru akan dilakukan setelah melihat posisi PKS dalam Pemilu 2014 mendatang. “Jadi masih jauh. Sekarang belum apa-apa,” ujar dia.


About Unknown

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.