Bottom Ad [Post Page]

DUNIA ISLAM

Tersangka Teror Norwegia Terkuak. Dari Militan anti-Islam

Laki-laki yang disangka melakukan aksi penembakan brutal terhadap puluhan pemuda yang sedang berkemah di Norwegia dan melakukan pengeboman di ibukota, Oslo, mengakui tindakannya.

Pengacara tersangka, Anders Behring Breivik, 32, mengatakan tindakannya itu "keji tapi perlu", dan mengatakan akan menjelaskan kejahatannya pada sidang pengadilan Senin (25/7) besok.

"Dia mengaku tindakannya ini keji, namun menurutnya tindakan ini perlu," Pengacara Breivik, Geir Lippestad, menjelaskan pada media di Norwegia.

Pengacaranya juga mengatakan bahwa rangkaian kejahatan itu sudah disiapkan lama sebelumnya.

Breivik dijatuhi sangkaan melakukan aksi terorisme, dan akan digelandang ke pengadilan Senin untuk mendengar keputusan hakim apakah dia perlu ditahan untuk melanjutkan penyelidikan.

Tersangka ini banyak disebut terkait dengan jaringan ekstrim kanan.

Fotonya, tengah memakai jaket anti air dan menyandang senjata api otomatis, muncul dalam sebuah video anti-Muslim sepanjang 12 menit dengan judul Knights Templar 2083, yang sempat bisa dilihat di saluran video internet YouTube.

Sebuah dokumen sepanjang 1.500 halaman yang ditulis dalam bahasa Inggris dan diduga dibuat oleh Breivik diposkan di internet dengan nama samaran Andrew Berwick juga muncul di internet beberapa jam sebelum serangan mengerikan ini terjadi, memberi indikasi serangan tersebut sudah direncanakan lama sebelumnya.

Dokumen serta video tersebut berkali-kali merujuk pada peran para Ksatria Templar serta isu multikulturalisme serta izin imigrasi terhadap etnis Muslim.

PENUH KEBENCIAN

Sedikitnya 85 orang tewas akibat serangan yang terjadi di Pulau Utoeya Jumat lalu, beberapa jam setelah bom meledak di Oslo dan menewaskan tujuh korban.

Sampai kini polisi masih mencoba mencari korban lain karena masih ada empat remaja dari lokasi kemah yang belum ditemukan, sebagian diduga tenggelam saat mencoba menyelamatkan diri dengan berenang ke dalam danau menghindari terjangan peluru.

Pulau Utoeya, Norwegia


Polisi masih mencari empat korban yang diduga berenang di danau pulau Utoeya.

Sementara di Oslo polisi mengatakan jumlah korban bisa terus naik karena diduga masih ada jenazah korban di gedung bekas ledakan namun bangunan itu terlalu rentan dimasuki regu pencari.

Sementara diluar tersangka utama, polisi menduga masih ada pelaku lain yang terlibat serangan ini.

Polisi menolak menyebut spekulasi motif dibalik serangan ini namun serangan bom di Oslo ditujukan terhadap sejumlah bangunan yang juga terkait dengan aktivitas Partai buruh Norwegia yang kini berkuasa, Partai yang sama adalah penyelenggara acara kemah remaja di pulau Utoeya.

"Dia berdialog dengan polisi selama kejadian ini berlangsung, tapi (pelaku) sangat banyak tuntutan," kata kepala polisi Sveinung Sponheim kepada kantor berita Associated Press.

Norwegia menghadapi masalah dari kelompok-kelompok neo-Nazi di masa lalu namun kebanyakan orang mengira kelompok semacam ini kini sangat terbatas pengikutnya dan tidak lagi merupakan ancaman besar, kata wartawan BBC Richard Galpin, yang berada di dekat pulau Utoeya yang sampai kini masih ditutup oleh garis polisi.

Ribuan orang diperkirakan akan hadir pada acara perkabungan yang akan dipusatkan di Oslo hari ini.

Sejumlah warga Muslim juga ikut bergabung ke gereja tempat dilangsungkannya misa, kata wartawan BBC, Stephen Evans, di Oslo.

Seorang warga Muslim,mengaku bernama Ali, mengatakan mulanya sebagian orang menduga ini pekerjaan al-Qaeda.

"Norwegia adalah negara yang ramah pada semua orang," katanya pada BBC. "Negeri ini merangkul semuanya dan waktu saya tahu pelakunya adalah orang Norwegia, saya sangat kaget. Dia penuh kebencian."
detik.com

About Unknown

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.