Bottom Ad [Post Page]

DUNIA ISLAM

Menteri, Selebriti, dan diplomat Menghadiri Peresmian Partai IM

Selama 30 tahun, mantan rezim melarang dan menangkap anggota Ikhwanul Muslimin (IM) dan menghubungkan mereka dengan sejumlah tuduhan palsu. Sekarang setelah rezim Mubarak hilang, Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) telah didirikan jama'ah IM dan disambut oleh semua anggota masyarakat, termasuk masyarakat umum, diplomat, pengusaha, selebriti, dan politisi yang berkumpul di Hotel Grand Hyatt (Sabtu, 23/7/11) dalam acara Peresmian FJP. Mereka berharap FJP mendapat keberhasilan dalam perjalanan politiknya.

Paling ironisnya, Kementerian Dalam Negeri, yang sampai beberapa bulan yang lalu dan selama beberapa dekade memimpin pasukan keamanan besar-besaran untuk menangkapi aktivis politik dan anggota Ikhwanul Muslimin, mereka hadir diwakili oleh pimpinan puncaknya, Jenderal Mansour el Essawy, yang hadir sebagai sinyal jelas bahwa Mesir sudah memasuki era baru dalam sejarah.

Duta Besar Ibrahim Yousry bersama dengan tamu-tamu terhormat lainnya mengucapkan selamat kepada pihak para pendiri partai, dan berharap FJP akan membantu mengarahkan Mesir menuju demokrasi dan kemajuan.

Pembicara lain termasuk Duta Besar Cina Chi Kha Ly yang menyatakan bahwa sangat penting bagi FJP berpartisipasi dalam arena politik jika kebebasan dan perdamaian akan ditegakkan di negara ini. Dia menggambarkan anggota partai sebagai politik berbudaya dan aktif.

Duta Besar Spanyol Lupus Thomas juga menyambut baik upaya pembentukan partai menggambarkan sebagai hasil positif dari Revolusi 25 Januari.
Perwakilan dari pemerintah transisi termasuk Deputi PM Dr Ali el Selmy dan Menteri Dalam Negeri Mansour el Essawy juga memuji dan menyatakan bahwa FJP akan berbuat banyak untuk Mesir dan berkonsentrasi untuk kesejahteraan warganya jauh dari kepentingan pribadi -the FJP will do much for Egypt as it is genuinely concerned about Egypt and its citizens' well-being away from personal interests-.

Tamu-tamu lain yang hadir termasuk, George Ishak dari Hak Asasi Manusia, Emad Abu Ghazy Menteri Kebudayaan, musisi Ammar el Shere'y, dan Amr Al-Shobky ahli di Pusat Studi Politik dan Strategis Al Ahram.

http://www.ikhwanweb.com/article.php?id=28864

About Unknown

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.