Bottom Ad [Post Page]

NASIONAL

PKS Bantah Kadernya Terlibat

m shidiq INILAH.COM, Jakarta - Kader PKS Rama Pratama membantah ikut dalam pertemuan di Hotel Ritz Carlton membahas kenaikan anggaran dana stimulus proyek pengembangan fasilitas laut dan udara wilayah timur Indonesia. PKS yakin anggota Panitia Anggaran asal FPKS ini tidak berbohong.

"Saya bisa tahu pasti ketika Rama berbohong atau tidak, termasuk kali ini. Saya dan PKS masih melihat kejujuran pada diri Rama," ujar Ketua FPKS Mahfudz Siddiq menjawab pertanyaan dari mana tahu kalau Rama berbohong atau tidak. Hal ini disampaikan Mahfudz dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/3). Turut serta Rama dalam jumpa pers ini. PKS bahkan akan melancarkan somasi terhadap Abdul Hadi meski kasus ini masih bergulir di KPK. "Somasi berani kita layangkan karena secara terang benderang Abdul Hadi menyatakan Rama hadir dan menyetujui pembahasan soal stimulus di Hotel Ritz Carlton. Ini ada pembodohan publik. Mungkin pikirannya sudah buruk. Jadi tak ingat lagi siapa saja yang datang waktu itu," kata Mahfudz. Dia menegaskan komitmen PKS yang benar-benar tidak pernah menerima sepeser pun semacam uang gratifikasi. Apalagi PKS selama ini dikenal sebagai partai yang bersih. Kalaupun PKS menerima, akan langsung diserahkan kepada pihak berwenang. "Walaupun PKS mendukung anti korupsi, kami tidak berperan menjadi detektif di DPR. Semua yang kami terima, termasuk gratifikasi atau semacam uang apresiasi, semua kami kembalikan ke komisi masing-masing, atau kami serahkan kepada KPK. Itu sudah menjadi komitmen kami," tukas Mahfudz. Anggota Panitia Anggaran asal FPAN Abdul Hadi Djamal bersama pegawai Dephub Darmawati ditangkap penyidik KPK. Barang bukti berupa uang US$ 90 ribu dan Rp 54,55 juta ditemukan di mobil Honda Jazz yang ditumpangi Abdul dan Darmawati. Kemudian Komisaris PT Kurnia Jaya Wira Bakti Surabaya, Hontjo Kurniawan, ditangkap. Hontjo diduga sebagai pemberi suap untuk lobi pencairan dana stimulus proyek pengembangan fasilitas laut dan udara di wilayah timur Indonesia. Abdul Hadi usai diperiksa KPK Selasa kemarin menyebutkan nama Rama dan Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR asal FPD Jhonny Allen Marbun. Rama dan Jhonny disebut Abdul ikut menghadiri pertemuan di Hotel Ritz Carlton. Pertemuan itu untuk membahas kenaikan anggaran dana stimulus proyek pengembangan fasilitas laut dan udara wilayah timur Indonesia. Sebelumnya, dana yang disepakati Rp 10,2 triliun, kemudian dinaikkan menjadi Rp 12,2 triliun

inilah.com

addesign

About Unknown

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.