Bottom Ad [Post Page]

NASIONAL

dari DPP; "Supaya PKS Tidak Bingung Berkoalisi"



VIVAnews - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring menyatakan bahwa diskusi dengan mantan Ketua Umum Golkar, Akbar Tandjung, malam ini untuk menyamakan persepsi. Persamaan persepsi, kata dia, penting sebelum membentuk koalisi.

"Seluruh partai yang kami undang untuk menyamakan persepsi," kata Tifatul usai diskusi bertajuk 'Arah Koalisi Setelah Pemilu Legislatif' di DPP Partai Keadilan Sejahtera, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis 12 Februari 2009 malam. "Supaya ketika nanti berkoalisi, kami (PKS) tidak lagi bingung. Sudah jelas apa yang akan kita capai dan itu nanti dituangkan dalam perjanjian koalisi.”

Tifatul menjelaskan bahwa diskusi ini akan diadakan rutin tiap minggu di DPP PKS hingga April menjelang pemilu legislatif. Kamis ini, Akbar Tandjung sebagai tokoh senior partai Golkar berkenan hadir. Minggu depan, kata dia, Jusuf Kalla akan blak-blakan bicara mengenai arah koalisi. Demikian pula tokoh-tokoh partai lain, seperti Megawati Sukarnoputri (PDIP), Surya Dharma Ali (PPP), Susilo Bambang Yudhoyono (Demokrat) juga akan diundang untuk berbicara mengenai arah koalisi.

Penyelenggaraan diskusi-diskusi itu, kata Tifatul, untuk mengumpulkan bahan masukan bagi Majelis Syura PKS untuk dijadikan dasar keputusan partai manakah yang pantas berkoalisi dengan PKS nanti.

Sebelumnya, Tifatul pernah mengemukakan bahwa PKS berniat membentuk koalisi 40 persen di parlemen, dan itu akan diumumkan setelah pemilu legislatif 9 April 2009 mendatang. “Supaya tidak seperti membeli kucing dalam karung,” ujarnya.

Hal itu berbeda dengan yang dikemukakan Akbar Tandjung dalam sesi diskusi. Akbar mengatakan bahwa sebaiknya memang partai-partai berkoalisi dengan cara menyamakan platform 5 tahun ke depan, namun sebaiknya koalisi itu dibentuk sebelum pemilu dilaksanakan.

“Jadi koalisi itu bersifat permanen,” kata Akbar dalam diskusi. “Sebelum Pemilu diadakan penyamaan platform. Atas dasar itu, dibuatlah kesepakatan koalisi. Dengan koalisi itu juga mengusung bersama capres dan cawapres yang ditetapkan.”

Alasannya, kata Akbar, demi memunculkan calon presiden alternatif. Karena Pemilu 2009 ini sudah ada dua calon presiden yang punya dukungan kuat, yang dapat dilihat dari basis massanya. “Setidaknya dari survei-survei yang kita lihat, ada Megawati dari PDIP dan SBY dari Demokrat,” ujar Akbar.

About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.