Bottom Ad [Post Page]

NASIONAL

dari DPP: PKS siap berkoalisi



PK-Sejahtera Online: ”Bangsa ini terlalu besar kalau harus diurus oleh PKS sendiri,” kata Presiden PKS Ir. H. Tifatul Sembiring pada Dialog Lintas Tokoh di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Dialog yang bertajuk “Kebersamaan dalam Membangun Bangsa” tersebut berlangsung pada Jum’at malam (6/2) di Hotel Comfort dan dihadiri lebih dari 500 undangan yang terdiri para tokoh masyarakat Provinsi Kepulauan Riau.

“Untuk itu perlu ada kebersamaan dalam membangun dan menyelesaikan permasalahan bangsa ini,” tegasnya.

Banyak pekerjaan rumah yang urgent untuk segera diselesaikan dan itu semua tidak mungkin mampu diselesaikan oleh satu kelompok, satu partai saja atau oleh seorang presiden saja. “Ini mesti melibatkan seluruh stake holders bangsa ini,” tambah Tifatul.

Untuk itu PKS dalam Pilpres 2009 nanti kemungkinan besar akan berkoalisi. Namun kepastian koalisi dengan siapa akan ditentukan setelah Pemilu Legislatif. ”Hal ini karena peta politik baru terbaca setelah Pemilu Legislatif,” tegasnya.

PKS sendiri mengincar calon presiden (capres) dan calon wakil presiden yang antikorupsi dan peduli masyarakat miskin pada Pemilihan Presiden bulan Juni nanti.

"Itu dua persyaratan mendasar kami, tapi kami memahami tidak ada manusia yang sempurna," kata Presiden PKS yang pandai berpantun ini.

Tifatul menyatakan persyaratan tersebut tidak mutlak sehingga PKS tidak akan menjadi "bujang lapok" karena sulit mendapatkannya. "Tentunya figur terbaik yang digandeng PKS."

Jika suara yang didapat PKS mencapai 20 persen, maka posisi tawarnya semakin tinggi dan PKS akan mengusung kadernya sendiri sebagai capres atau cawapres.

"Itu sudah komitmen kami," katanya.

Sebagaimana diketahui PKS melalui Majelis Syuro telah mempersiapkan delapan nama untuk bertarung pada Pilpres 2009 mendatang yaitu Hidayat Nur Wahid, Tifatul Sembiring, Anis Matta, Salim Segaf Al Jufri, Irwan Prayitno, Suharna Surapranata, Sohibul Iman dan Surahman Hidayat. (trc)

About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.