Bottom Ad [Post Page]

INTERNASIOAL

Berita dari Negeri Syuhada : Palestina Pasti Akan Tetap Berdiri .. Dan Penjajah Zionis Pasti Akan Hancur


Penerjemah:

Abu Ahmad

_______

Risalah dari Muhamed Mahdi Akif –Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 29-01-2009

Segala puji bagi Allah saja, Dzat yang selalu menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, memuliakan tentara-Nya, dan menghancurkan musuh-musuh-Nya dengan sendiri-Nya .. dan salawat dan salam atas Nabi saw yang tidak ada nabi setelahnya; nabi Muhammad saw beserta keluarganya dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti seruan dan dakwahnya dan mendapatkan petunjuk darinya..

Bahwa besarnya kehancuran dan kerusakan, serta darah yang mengalir dari para syuhada; dari anak-anak, wanita dan warga sipil; merupakan hasil dari perang yang ditebarkan oleh Zionis secara barbarian dan keji atas Gaza yang mulia; hal ini menegaskan bahwa Zionis jika menguasai umat Islam dan dunia, dapat melakukan apa saja terhadap umat Islam dan umat manusia sesuai dengan kehendak mereka; tidak dengan mempertimbangkan perjanjian yang telah mereka buat, dan tidak peduli terhadap penderitaan yang umat alami; bahkan tanpa merasa bersalah terhadap perbuatan yang telah mereka lakukan! mereka sama sekali tidak menghormati perjanjian, tidak peduli dengan pelanggaran atas warga yang tidak berdosa, bahkan karena kerasnya hati mereka dan didorong oleh kebencian dan kemurkaan, dengan leluasa mereka melakukan pelanggaran lebih besar jika mereka mampu melakukannya, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah:

إِنْ يَثْقَفُوكُمْ يَكُونُوا لَكُمْ أَعْدَاءً وَيَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ وَأَلْسِنَتَهُمْ بِالسُّوءِ وَوَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ

“Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu dan melepaskan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakiti(mu); dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir”. (Al-Mumtahanah:2)

Mereka tidak akan pernah terlambat melakukan pembantaian terhadap umat Islam tanpa ada belas kasih sedikit pun; kecuali jika mereka dalam keadaan lemah. Dan hal ini bukanlah suatu kecelakaan, atau sesuatu yang sifatnya sementara, namun ini sifatnya permanen dan sepanjang masa. Dan permusuhan mereka terhadap kebenaran dan pembawa kebenaran dalam sepanjang waktu dan masa dari sejarah umat manusia adalah permanen, tanpa terkecuali!
Allah SWT berfirman:

كَيْفَ وَإِنْ يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ لا يَرْقُبُوا فِيكُمْ إِلاً وَلا ذِمَّةً يُرْضُونَكُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ وَتَأْبَى قُلُوبُهُمْ وَأَكْثَرُهُمْ فَاسِقُونَ. اشْتَرَوْا بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلاً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِهِ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ. لا يَرْقُبُونَ فِي مُؤْمِنٍ إِلاً وَلا ذِمَّةً وَأُوْلَئِكَ هُمْ الْمُعْتَدُونَ

“Bagaimana bisa (ada Perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), Padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang Fasik (tidak menepati perjanjian). Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya Amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu. Mereka tidak memelihara (hubungan) Kerabat terhadap orang-orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. dan mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas”. (At-Taubah:8-10)

Karena itu, mereka adalah kaum yang selalu melakukan kezhaliman, pembangkangan dan pelanggaran, tidak pernah menghargai nilai-nilai kesucian dan tempat-tempat yang disucikan, tidak pernah menghargai harga diri dan kehormatan, bahkan justru mereka menginjak-injak segala sesuatu yang diagungkan dan dihormati manusia; seperti etika dan akhlaq, agama dan keyakinan. Allah SWT berfirman:

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik”. (Al-Maidah:82)

Perang akan terus berlanjut

Karena itu, saya sampaikan kepada para mujahidin di Gaza dan kepada semua mujahidin di semua tingkatan: bahwa perang dengan Zionis masih dan akan terus berlanjut, dan belum ada tanda-tanda dalam waktu dekat ini akan berakhir, karena itulah, blokade masih terus diterapkan, jalur perbatasan masih tetap tertutup, perundingan dengan Zionis tidak berhenti mencapai titik akhir kesepakatan, agresi Zionis yang keji masih terus terjadi; baik udara maupun laut , karena musuh Zionis ingin terus memblokade kemenangan yang luar biasa yang telah dicapai oleh pasukan pasukan melalui berbagai tekanan dan tawaran bantuan makanan, obat-obatan dan bahan-bahan bangunan ke Gaza, dan melakukan tekanan melalui penyediaan para arsiteknya untuk menerima file rekonstruksi; sehingga dapat mencapai -selama blokade ini- titik kelemahan sehingga dapat mewujudkan targetnya melalui perang, pembunuhan dan pengrusakan.

Inilah yang harus dipahami baik-baik oleh pasukan perlawanan, dan kita harus membantu mereka untuk menghadang musuh dengan kekuatan dan potensi yang kita miliki. Karena itu tidaklah sah, ketika kita ingin memetik kemenangan tanpa ada para mujahid yang membawa kemenangan. Ingatlah firman Allah SWT:

وَلا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنْ اسْتَطَاعُوا

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agama mu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup”. (Al-Baqarah:217)

Entitas (kelompok) yang melakukan perampasan akan menanggung hasil kejahatannya

Bagi para pemilik pengetahuan di dunia ini tentunya tidak akan berbeda pendapat bahwa orang yang melakukan kejahatan pasti akan membayar ongkos dari kejahatannya tersebut, dan bahwasanya orang yang menyebabkan suatu kerusakan maka harus menanggung perbaikannya, ini adalah kaidah agama, moral dan kemanusiaan yang tidak ada perdebatan di dalamnya. Dan hingga saat ini Yahudi masih menerima ganti rugi dan kompensasi dari Eropa dan Jerman berupa uang senilai ratusan milyar oleh peristiwa yang mereka sebut dengan (Holocaust).

Jika demikian permasalahannya, maka biaya rekonstruksi dan kompensasi yang patut diterima oleh orang-orang mazhlum (tertindas ) dari warga Palestina akibat blokade dan agresi keji juga harus dibayar oleh para pelakunya. Karena itu, para penguasa dan pimpinan pemerintahan Arab dan umat Islam, hendaknya menjadikan alasan ini sebagai petunjuk untuk membentuk komite undang-undang (konstitusi) untuk meminta pertanggungjawaban kepada entitas Zionis atas perbuatan yang telah mereka lakukan berupa agresi, penghancuran dan pengrusakan serta pembantaian sejak awal mereka menduduki dan menjajah Palestina hingga saat ini; kita tidak boleh sedikit pun membiarkan mereka lari dari tanggungjawab atas kejahatannya, dan kita juga harus mentaati undang-undang internasional akan tanggungjawabnya secara kemanusiaan, moral dan hukum.

Jika pemerintah Barat dan PBB telah melakukan perhitungan untuk terus bertanggung jawab dari para pelaku kejahatan Nazi terhadap Yahudi, memberikan kepadanya hukum dan pengadilan khusus; apakah dunia tidak bergerak ketika menemukan pembantaian ini, untuk selanjutnya membuat undang-undang dan pengadilan untuk menuntut dan mengajukan penjahat perang Zionis ke pengadilan internasional?

Apakah dunia merasa sakit terhadap perbuatan yang dilakukan Nazi atas Yahudi?! Namun, kenapa tidak mereka terpengaruh sama sekali ketika melihat agresi yang kejam dan keji yang dialami oleh rakyat Palestina di Gaza selama lebih dari enam puluh tahun hingga hari ini?

Apakah dunia merasa pedih ketika melihat gambar-gambar kematian akibat gas yang dituduhkan kepada mereka?! Sementara itu, kenapa mereka tidak terpengaruh sedikit pun oleh ribuan ton amunisi , bom dan phosphorous yang dilarang secara internasional yang dijatuhkan oleh Zionis atas jalur Gaza yang lemah dan tidak berdaya? sehingga beberapa pengamat terdorong untuk bertanya-tanya, jika senjata dan amunisi tersebut yang dijatuhkan tanpa perhitungan, maka tidak terbayar nyawa yang melayang dengan jumlah uang berapa pun harganya?!

Apakah dunia tidak trenyuh hatinya ketika mendengar teriakan anak-anak Gaza yang beranjak dewasa sebelum masanya tiba? Tidakkah tergerak hati nurani dunia ini yang mengklaim dan selalu menyeru kebebasan dan menghormati hak-hak asasi manusia?

Kami menghargai setiap individu dan lembaga-lembaga hak asasi yang independen yang berani berusaha menggiring entitas Zionis ke hadapan pengadilan internasional; karena itu kami juga menyeru kepada pemerintah Arab khususnya dan pemerintah di seluruh dunia serta PBB –yang perwakilan mereka menegaskan bahwa entitas Zionis telah melakukan genocide di Jalur Gaza - untuk mengadopsi panggilan untuk membentuk pengadilan khusus meminta pertanggungjawaban dari para pemimpin dan prajurit Zionis, dan memperhitungkan para pemimpin Zionist akan kejahatan genocida mereka dan kejahatan terhadap kemanusiaan

Dokumentasi berbagai pelanggaran Zionisme

Untuk melengkapi ini semua, saya menyeru kepada semua lembaga-lembaga resmi dan swasta untuk mendokumentasikan seluruh serangan, pelanggaran dan kerusakan yang disebabkan oleh agresi Zionis yang keji; agar dapat memiliki daftar penuntutan, dan agar tidak kehilangan hak untuk menghalangi mereka di bawah sistem internasional yang penuh kemunafikan yang merajalela di jantung PBB, dan dalam waktu dekat kondisi ini akan berubah dan memungkinkan para pembawa dan pemilik kebenaran untuk mengambil hak-hak mereka, dan mereka berkata kapan hal itu bisa terjadi: Katakanlah: “Insya Allah dalam waktu dekat”.

Qadhiyah ini adalah qadhiyah Palestina

Bahwa agresi yang dilakukan oleh para pelaku pelanggaran yang keji dan yang menimpa saudara kita di Jalur Gaza jangan dialihkan dari permasalahan yang mendasar, yaitu masalah Palestina, seluruh Palestina. Dan Gaza tidak mewakili Palestina kecuali hanya 1,3% dari wilayah Palestina, dan agresi Zionis telah menduduki hampir seluruh wilayah Palestina yang diberkahi sejak awal penjajahannya.

Qadhiyah mendasarnya adalah penjajahan dan agresi yang menghancurkan seluruh komponen bangsa dan rakyat Palestina, dan dari sini harus diingat pokok permasalahannya.

Bahwa pokok permasalahannya adalah adanya kolonialisme Eropa (khususnya Inggris) yang telah memberi mandat kepada Zionis secara sepihak dan tanpa ada hak untuk melakukan pembentukan entitas Yahudi di Palestina yang taruhannya adalah warga Arab di Palestina. Dan mereka diberikan senjata sehingga secara brutal melakukan pembantaian pada seluruh warga Palestina, dan kemudian penjajah melakukan pembersihan etnis warga Arab Palestina guna mendirikan negara Yahudi secara lalim yang disepakati melalui resolusi PBB untuk membagi tanah Palestina pada tahun 1947 menjadi dua bagian; antara warga asli Palestina dan orang-orang Yahudi yang meninggalkan negara asal mereka dan berkumpul di Palestina. Dan kemudian mereka mengumumkan dengan cara merampas berdirinya Negara Israel pada 1948, sementara Amerika Serikat dan Eropa mengumumkan untuk mengesahkan kenyataan baru tersebut. Dan hal itu tidaklah bisa terjadi kecuali karena adanya konspirasi terhadap rakyat Palestina, dan karena adanya kelemahan dan pembiaran oleh dunia Arab dan Muslim.

Negara Zionis yang telah merampas dan menjajah tidak berhenti pada itu saja, seperti yang telah diterima secara sepihak dalam konsensus pembagian yang zhalim, namun mereka terus melakukan pelanggaran berupa perluasan basis agresi dan jajahannya ke seluruh negara Palestina, dan bahkan merambah ke negara-negara tetangga Palestina, tanpa ada reaksi dan tindakan sedikitpun oleh PBB atau Dewan Keamanan dan menanganinya secara serius atau mensikapinya secara serius terhadap agresi tersebut, kecuali hanya mengeluarkan resolusi untuk mengajak para pengungsi untuk kembali, dan meninjau ulang batas-batas ke empat yang telah disepakati pada bulan Juni 1967, yaitu sebuah keputusan yang memberikan kebebasan kepada Zionis untuk membuat dinding, dan menolak berbagai tuduhan untuk melakukan evaluasi atas kezhaliman tersebut, melakukan embargo pada rakyat Palestina, sehingga mengubah kehidupan mereka menjadi neraka dan menjadi sebuah penjara besar, dan ingin menarik Palestina dan Arab pada negosiasi untuk memotong waktu sehingga bisa sepenuhnya menguasai Palestina.

Perlawanan adalah hak yang sah

Saya ingin menunjukkan fakta kepada mereka yang belum memahami qadhiyah ini; saya sampaikan: “Bahwa kita berada di hadapan berbagai agresi Zionis dan serangan mereka, maka menjadi kewajiban bagi pemilik tanah tersebut untuk mempertahankannya, dan para pemilik qadhiyah harus terus mengangkat bendera perlawanan, karena hal tersebut merupakan hak yang dijamin oleh prinsip-prinsip agama Ilahi, dan perlawanan ini adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan kembali hak-haknya, walaupun realitasnya kadang tidak memihak kepada pasukan perlawanan, karena kemauan untuk hidup bebas, mulia dan bermartabat, keinginan untuk merdeka oleh para mujahidin begitu besar yang telah tertulis dalam lembar-lembar yang mulia dan terhormat melalui keteguhan dan ketegaran yang melegendaris; untuk menegaskan akan skala yang telah terbalik dan keadilan yang telah hilang ini menjadi batu sandungan untuk menuju jalan kemerdekaan.

Bahwa tidak ada penjajahan dalam sejarahnya dapat bertahan lama tanpa ada perlawanan bersenjata; melawan berbagai agresi, dan mengembalikan hak-haknya kepada pemiliknya yang sah.

Karena itu bagi seluruh umat yang memiliki kemerdekaan di dunia ini hendaknya mendukung berbagai usaha untuk meraih kemerdekaan dan yang menuntut dikembalikannya hak-haknya secara alami, dan inilah sikap yang diharapkan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), namun sayangnya kondisinya sama antara aggressor dan korban, bahkan korban dari warga Palestina justru yang dimusuhi atau dianggap sebagai musuh entitas Zionis yang zhalim! Hal ini sangatlah mengejutkan!.

Mencegah pemilikan senjata terhadap pasukan perlawanan adalah suatu kezhaliman dan ketidakadilan

Dan yang menakjubkan lagi adalah seruan negara-negara besar dan negara-negara yang berada di wilayah ini untuk mencegah pemilikan senjata terhadap korban sehingga mereka tidak mampu untuk mempertahankan dirinya, dan bahkan siap dan pasrah untuk dibantai dan menuju kematian, dan dilakukanlah berbagai perjanjian dan pembicaraan untuk mencegah pasukan perlawanan memiliki senjata sebagai alat pembelaan terhadap bangsa yang menjadi korban, seakan pasukan perlawanan ini adalah pasukan besar yang memiliki senjata berbahaya yang dilarang yang disimpan di daratan, lautan dan udara!.

Dan Pada saat yang sama, dibolehkan bagi para aggressor untuk memiliki senjata dan alat perang; bahkan diberikan tambahan amunisi melalui jalur laut sebagai ganti dari senjatanya yang hilang akibat agresi ganas dan brutal pada sebelumnya!.

Dalam kasus perang pada suatu tentara ada tuntutan dari mediator untuk mencegah kepemilikan senjata dari dua tentara yang bermusuhan. Namun saat ini kita menghadapi perang yang tidak adil oleh tentara yang paling kuat di wilayah ini terhadap umat yang terisolir, tidak ada yang dimiliki oleh gerakan perlawanan yang diiringi dengan keinginan yang kuat, kecuali senjata yang ringan untuk mempertahankan diri, dan dengan begitu juga ingin dicegah kepemilikan senjata yang ringan oleh pasukan perlawanan, sedangkan penjajah dapat bebas membawa senjata penghancur masal!.

Bukankah ini merupakan logika yang menyimpang manakala yang dimaksudkan adalah terhadap bangsa ini? Apakah masuk akal dan dapat diterima ketidakadilan yang tampak jelas di hadapan mata ini?

Bahwa kepemilikan senjata oleh pasukan perlawanan adalah kewajiban secara syar’i dan sah menurut pemerintahan Arab dan Islam dan hukum internasional, dan merupakan kewajiban moral bagi semua orang yang menginginkan kemerdekaan di dunia ini untuk memiliki senjata pertahanan diri. Dan bkebalikannya; mengabaikan atau lalai pada kewajiban ini merupakan sebuah pengkhianatan terhadap suatu kebenaran, dan mendorong menyebarnya tindak kekasaran dan aksi pengrusakan; bagaimana mungkin ada bantuan dan memberikan dorongan terhadap para aggressor, sementara di pihak lain yang menjadi korban justru diperangi dan dilarang memiliki senjata ?

Peran serta media Arab dan Islam dalam mengembangkan kesadaran terhadap qadhiyah ini

Media Zionis dan antek-antek nya pada media Arab dan media Islam memiliki andil dalam menyebarkan berita peperangan besar ini, mengelabui hakikat sebenarnya dan memberikan gambaran keji Zionis menjadi positif serta menipu opini publik dan masyarakat di dunia, dan dikelola untuk menarik dunia dan membangun opini publik secara tidak proporsional, membohongi publik dan menarik mereka pada pembentukan sikap yang terbalik, di tengah ketiadaan informasi yang jelas pada media Arab.

Namun, walaupun demikian, kondisi ini mulai berbalik setelah munculnya media Arab yang memberikan informasi resmi dan mulai menembus dunia dan opini publik secara bertanggung jawab, dan media yang bertanggung jawab ini memiliki tugas utama dan besar dalam memberikan dan menyampaikan informasi yang benar dan secara proporsional terhadap konflik yang terjadi saat ini, membuka kedok yang buruk akan kejahatan Zionist. Dan apa yang telah direkam tentang peristiwa yang mengerikan dan menggambarkan kejahatan Zionis di Gaza, jika baik pemasarannya dan penayangannya ke seluruh dunia dan membuka opini publik secara proporsional, maka sudah cukup untuk memperbaiki gambaran yang sebenarnya.

Dan saya sampaikan kepada mereka yang memiliki hati nurani dari para wartawan dan jurnalis, untuk menjalankan dan memainkan perannya dengan penuh amanah, dan mengungkapkan fakta-fakta yang dapat dilihat oleh masyarakat internasional akan hakikat yang sebenarnya.

Penjajahan pasti akan berakhir

Ketahuilah bahwa kehancuran entitas Zionis yang suka merampas merupakan keniscayaan, seperti halnya penjajahan yang pernah terjadi di muka bumi ini, dan kezhaliman yang dilakukan oleh Zionis pasti akan menambah kekuatan dan pertahanan pasukan perlawanan dan bahkan akan membangkitkan semangat juang dalam jiwa mereka, karena dengan adanya kezhaliman akan membangkitkan ruh pengorbanan dari pasukan perlawanan, dan menyatukan diri untuk mencapai tujuan berupa kemerdekaan, menggerakkan semangat untuk berontak dan merebut kembali hak-haknya, sementara Zionis sendiri adalah wujud asing di tengah komunitas bangsa Arab dan Umat Islam, tidak memiliki pondasi dan akarnya di muka bumi ini, dan tidak menutup kemungkinan akan hancur dan sirna di tangan pasukan perlawanan yang memahami jalan mereka, dan kelak mereka akan merasakan nikmatnya kemenangan dan kemuliaan, dan mampu merubah perbandingan kekuatan, dan mampu memposisikan kemenangan sebagai qaidah baru; mampu memenangkan perang terhadap jiwa mereka sebelum tercebur dalam medan peperangan yang sebenarnya. Sementara Zionis sang agresor telah tampak di hadapan mata kehancurannya, mereka tercebur dalam perang di dalam negeri Palestina dan menerima kekalahan sebelum tercebur pada perang di negeri-negeri yang ada di sebelahnya. Demikian pula tentara yang kabarnya merupakan pasukan terkuat, lari ter birit-birit di hadapan pasukan perlawanan Palestina yang tegar dan pemberani, dan hal tersebut akan terus mengiringi mereka hingga tampak kemenangan di muka bumi yang penuh berkah, dan berdiri negara Palestina yang merdeka. Dan mereka berkata: “kapan hal tersebut terjadi? Katakanlah: “Insya Allah dalam waktu dekat”.

Allah Maha Besar dan segala puji hanya milik Allah.

About PKS Berau

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.